Bab I
PENDAHULUAN
- A. Alasan Pemilihan Judul
Krisis multimedia yang melanda Indonesia pada era globalisasi, telah membuat perubahan lingkungan yang kompleks, khususnya dalam dunia bisnis yang perkembangannya telah beralih dari revolusi industri ke revolusi informasi. suatu organisasi tidak dapat memperoleh keunggulan bersaing dengan hanya mengadopsi teknologi baru yang cepat atau mengelola aktiva dan finansialnya dengan sangat baik, tetapi harus mampu beradaptasi dengan lingkungannya yang berubah-ubah dan bersaing dengan pasar yang begitu luas.Dalam menghadapi kondisi persaingan yang semakin ketat dan agar dapat ikut berperan dalam persaingan bebas tersebut, perusahaan harus mempunyai competitive advantage. Dengan kemajuan teknologi informasi seperti yang terjadi saat ini, suatu perusahaan tidak dapat memperoleh keunggulan bersaing dengan hanya mengandalkan teknologi baru atau mengelolah aktiva dan kewajiban finansialnya dengan baik. Perubahan lingkungan juga menuntut perusahaan untuk benar-benar bersaing dalam efisiensi, inovasi, harga dan perkembangan usaha. Dengan demikian perusahaan menentukan kemamapuan untuk mengelola modal secara efektif dan efesiensi. Perusahaan perlu melakukan upaya untuk merumuskan dan menyempurnakan strategi bisnis mereka dalam rangka memerankan persaingan.
Untuk mengatasi keadaan tersebut, maka diperlukan alat pengukuran kinerja yang lebih komprehensif yang dapat mengukur kinerja perusahaan baik dari sisi keuangan maupun non keuangan, pengukuran kinerja non keuangan lebih digunakan dalam tingkat operasional yang langsung berhubungan dengan pelanggan. Sistem pengukuran kinerja baru tersebut dikenal dengan Balanced Scorecard.
Balanced Scorecard merupakan penilaian kinerja yang komprehensif dan seimbang yang terintegrasi antara tujuan jangka pendek dan jangka panjang. Sistem pengukuran kinerja ini mempunyai kelebihan dalam cakupan pengukurannya yang lebih komprehensif, yaitu mempertimbangkan kinerja keuangan dan non keuangan serta tidak hanya mengukur hasil akhir, tetapi juga aktivitas-aktivitas penentu keberhasilan (key success factor) perusahaan tersebut, Balanced Scorecard ini mengukur kinerja dari empat perspektif, yaitu perspektif keuangan (financial), Perspektif pelanggan (customer), Perspektif proses bisnis internal (internal business process) dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan (learning and growth). Balanced Scorecard dapat diajukan sebagai alat pengukur kinerja yang lebih menyeluruh, sehingga seluruh aspek dalam perusahaan dapat dilihat.
Dengan adanya Balanced Scorecard perusahaan dapat mengetahui kinerja dari tiap-tiap aktifitas dengan seobjektif mungkin, mancapai tujuan dan menentukan tindakan yang akan dilakukan dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat. Menyadari pentingnya penerapan Balanced Scorecard dalam pengukuran kinerja maka maka saya menentukan judul “PENERAPAN BALANCED SCORECARD SEBAGAI ALAT PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN PADA PT. MOYO SEGORO AGUNG”, yang diharapkan dapat memberikan informasi kepada manajemen mengenai kemungkinan diterapkannya sistem Balanced Scorecard pada perusahaan.
- B. Rumusan Masalah.
Dengan melihat latar belakang yang telah dijelaskan sebelumnya, maka masalah yang ditekankan pada skripsi ini adalah sebagai berikut:
- Bagaimana cara penerapan Balanced Scorecard sebagai alat pengukuran kinerja, jika diterapkan pada PT. Moyo Segoro Agung.
- Bagaimana pengukuran kinerja yang diterapkan pada PT. Moyo Segoro Agung.
- Apakah kendala yang dihadapi PT. Moyo Segoro Agung jika perusahaan tersebut menerapkan Balanced Scorecard.
C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
- Untuk mengetahui cara penerapan Balanced Scorecard sebagai alat pengukuran kinerja pada PT. Moyo Segoro Agung.
- Untuk mengetahui pengukuran kinerja perusahaan yang diterapkan peusahaan berdasarkan metode Balanced Scorecard yang terdiri dari perspektif keuangan, prespektif konsumen, prespektif internal bisnis dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan.
- Untuk mengetahui sejauh mana manfaat yang bisa diperoleh PT. Moyo Segoro Agung jika perusahaan tersebut menerapkan Balanced Scorecard sebagai alat pengukuran kinerja.
D. Metode Penulisan
Dalam rangka penumpulan data untuk penulisan makalah ini, saya melaksanakan 2 (dua ) metode atau dara penelitian,yaitu :
- Penelitian kepustakaan
Yaitu yang dilakukan dengan cara membaca literatura,catatan materi kuliah,diktat,surat kabar,sumber data lainnya yang berhubungan dengan permasalahan yang saya teliti,dengan tujuan untuk mendapatkan pengetahuan yang teoritis sebagai data sekunder yang menduung kebenaran dan keakuratan pembahasan.
- Penelitian Lapangan
Yaitu penelitian yang mendatangi langsung tempat yang menjadi objek penelitian .dengan melakukan penelitian lapangan maka akan didapat data primer yan diperlukan dengan menggunakan cara sebagai berikut.
- Yaitu mengajukan daftar pertanyaan ,sebagai pelengkap wawancara mengenai hal yang berhubungan dengan balanced scorecard
- Wawancara,yaitu melakukan Tanya jawab dengan pemimpin dan staff yang berwenang di bidang tersebut.
- Pengamatan ,yaitu melakukan peninjaun langsung atau pengamatan ke lokasi objek penelitian.
E. Sistematika Penulisan
Penulisan makalah ini dibagi dalam lima bagian atau lima bab sebagai berikut :
Bab I : Pendahuluan
Bab ini mengemukakan alasan pemilihan judul,yaitu dengan menguraikan secara singkat pentingnya promosi ,tujuan dan kegunaan penulisan ,metode penelitian dan sistematika penulisan
Bab II : Latar Belakang
Latar belakang ini memberikan informasi tentang sejarah perusahaan
Bab III : Pengumpulan Data
Bab ini memberikan pengertian pengertian dasar dan pengukuran kinerja yang digunakan PT. Moyo Segoro Agung.Analisis rasio keungan yang digunakan.
Bab IV : Pemecahan Masalah
Bab ini merupakan penjabaran masalah yang diambil dan disesuaikan dengan hasil penelitian
Bab V : Kesimpulan dan Saran
Bab ini merupakan penutup dari makalah yang disajikan dalam 2 Sub Bagian meliputi kesimpulan dan saran.
BAB II
Latar Belakang
A. Latar Belakang Perusahaan
PT. Moyo Segoro Agung merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa percetakan. PT. Moyo Segoro Agung mulai berdiri pada tanggal 29 April 1986 yang bergerak dibidang jasa percetakan dengan mencari order. Percetakan undangan dan brosur yang kemudian disahkan oleh notaris Bapak Ibrahim Basyah dengan akte notaris No. 34, kemudian akte ini disahkan kembali pada tanggal 3 Mei 1986 di Pengadilan Jakarta Selatan Pendiri Moyo Segoro Agung adalah Bapak Umar Basyaarahil yang dijalankan secara mandiri tanpa melibatkan modal lain.
Pada awalnya PT. Moyo Segoro Agung berlokasi di jalan Kalibata, ditempat ini perusahaan menyewa lima kontrakan antara lain satu ruang untuk kantor dan pabrik, tiga ruang untuk gudang dan satu ruang untuk tempat tinggal. Berkat kemampuan mengelola manajemen dengan baik maka PT. Moyo Segoro Agung mengalami kemajuan yang pesat sehingga pada awal Oktober 1993 PT. Moyo Segoro Agung telah memiliki gedung sendiri yang terletak di jalan Salihara No. 15-16 Jakarta Selatan, sebagai lokasi kantor percetakan bangunan ini didirikan di atas tanah seluas 1500 m2 dengan tinggi gedung tingkat dua PT. Moyo Segoro Agung terus mengalami perkembangan pesat. Adapun untuk meluaskan jaringan distribusi perusahaan telah membuka kantor cabang di Palembang (Sumatera Selatan) dan terakhir baru saja dibuka di Pangkalpinang (BangkaBelitung). Tetapi pada kantor cabang bidang jasa yang ditawarkan berbeda dengan kantor pusat yang menyediakan jasa percetakan. Di kantor cabang bergerak dibidang jasa Kontraktor dan jasa Catering
Dari tahun ke tahun tuntutan pengolahan percetakan secara profesional terus meningkat, sehingga mau tidak mau perlu dilakukan langkah-langkah pengembangan dan peningkatan kualitas, baik dalam bidang Manajemen, Pemasaran, Sumber daya Manusia, Operasional, Keuangan dan sarana lainnya. Sampai sekarang percetakan sudah berjalan 18 tahun dan PT. Moyo Segoro Agung secara bertahap terus meningkat dan berkembang. Bermula dari hanya memiliki peralatan cetak terbatas, sekarang telah memiliki sarana percetakan yang lengkap, dari tidak memiliki sarana distribusi hingga mempunyai beberapa armada yang memadai. Dalam penanganan administrasi telah mengalami perkembangan dengan menggunakan komputerisasi dan jaringan internet.
Pemasaran Jasa percetakan yang ditawarkan banyak bekerja sama dengan Event Organizer. Selain itu, jasa yang ditawarkan PT. Moyo Segoro Agung juga banyak di Iklankan di berbagai media cetak (Majalah, Tabloid dan Surat Kabar) serta iklan di internet.
Bidang Usaha
Dari awal telah dijelaskan bahwa PT. Moyo Segoro Agung adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha percetakan pada kantor pusat dan jasa Catering dan jasa penyewaan Kontraktor pada kantor cabang. Adapun jenis-jenis produk yang dihasilkan adalah Buku-buku. Kartu Undangan, Kertas surat, Memo, Notes, Agenda, Poster- Poster , Kalender,dan Kartu Lebaran
BAB III
KUMPULAN DATA
1. Pengukuran kinerja pada PT. Moyo Segoro Agung
Pengukuran kinerja yang digunakan oleh PT. Moyo Segoro Agung adalah analisa rasio keuangan. Tetapi dalam pengukuran ini lebih ditekankan pada Return on Investment (ROI). Analisa rasio keuangan dilakukan dengan cara menghitung rasio likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, dan aktifitas.
Perhitungan lebih jelasnya adalah sebagai berikut:
1) Rasio Likuiditas (Liquidity Ratio)
Rasio Likuiditas terdiri dari:
a) Current Ratio
Dari perhitungan tersebut, dapat diketahui bahwa current ratio tahun 2007 mengalami penurunan sebesar 4.55%. Ini menunjukkan bahwa perusahaan mengalami penurunan dalam kemampuan membayar hutang jangka pendeknya
b) Quick Ratio (Acid Test Ratio)
Dari perhitungan tersebut, dapat diketahui bahwa quick ratio tahun 2007 mengalami penurunan sebesar 7.97% Ini menunjukkan bahwa kemampuan aktiva lancar perusahaan yang paling likuid untuk memenuhi kewajibannya.
2) Rasio Solvabilitas (Solvability Ratio)
Rasio Solvabilitas terdiri dari:
a) Debt to Equity Ratio
Debt to equity ratio PT.Moyo Segoro Agung mengalami penurunan sebesar 24.23%. Ini menunjukkan perusahaan tidak mampu menutupi hutang-hutangnya dengan total ekuitas yang dimiliki.
b) Debt to Total Asset Ratio
Dari perhitungan tersebut dapat diketahui bahwa tahun 2007 mengalami penurunan sebesar 2.35 %. Ini menunjukkan bahwa semakin kecil rasio ini maka semakin kecil resiko yang dihadapi oleh perusahaan atau perusahaan sudah mampu menutupi hutang-hutangnya dengan total aktiva yang dimiliki.
3) Rasio Profitabilitas (Profitability Ratio)
a) Profi Margin (PM)
Rasio profit margin mengalami kenaikan pada tahun 2007 sebesar 4.75 %. Dalam hal ini, dapat dikatakan perusahaan memiliki kemampuan yang cukup baik dalam mendapatkan laba.
b) Return On Investment ( ROI)
Return on Investment mengalami peningkatan pada tahun 2007 sebesar 3.03%. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya pendapatan bersih setelah pajak dan total aktiva dari tahun ke tahun. Rasio ini menunjukkan besarnya laba bersih perusahan yang diukur dari nilai aktiva.
Return on Investment rasio yang dapat digunakan sebagai alat ukur kinerja bagi perusahaan yang berdasarkan perspektif tradisional. Dalam hal ini Return on Investment (ROI) diharapkan akan dapat membantu perusahaan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan yaitu mencapai laba atau keuntungan yang setinggi-tingginya bagi perusahaan.
Return on Investmen (ROI) pada PT. Moyo Segoro Agung dapat gunakan oleh manajemen perusahaan untuk meninggkatkan laba perusahaan, dalam hal ini target Return on Investmen (ROI) adalah meningkatkan pendapatan usaha, menekan biaya dan mengurangi aktiva yang digunakan oleh perusahaan.
Return on investment (ROI) juga dapat digunakan sebagai tolok ukur kinerja bawahan keuangan dalam balanced secorecard yang terdapat pada perspektif keuangan. Tolok ukur kinerja Return on investmen (ROI) secara umum digunakan dalam PT. Moyo Segoro Agung lebih ditujukan dalam mencari laba setinggi-tingginya bagi perusahaan.
c) Return On Equity (ROE)
Return On Equity perusahaan mengalami peningkatan sebesar 6.94%. Peningkatan rasio ini menunjukkan meningkatnya kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba sangat baik. Peningkatan ini disebabkan meningkatnya pendapatan jasa sehingga berdampak pada tingginya laba yang diperoleh perusahaan.
d) Contribution Margin (CM)
Contribution margin perusahaan mengalami peningkatan pada tahun 2007 sebesar 5.25 %. Hal ini disebabkan oleh laba kotor dan pendapatan jasa yang terus meningkat tiap tahunnya. Dengan adanya peningkatan rasio ini, menunjukkan semakin besar kemampuan perusahaan melahirkan laba yang akan mentupi biaya tetap / biaya operasi lainnya.
e) Assets Turnover (ATO)
Rasio asset turn over mengalami kenaikan sebesar 0.1 x pada tahun 2007. Berdasarkan hal ini, aktiva yang dimiliki perusahaan dapat berputar lebih cepat dan meraih laba atau keuntungan bagi perusahaa.
4) Rasio Aktifitas (Activity Ratio)
- a. Rata- rata Umur Piutang
Rata-rata umur piutang mengalami penurunan selama 2 hari pada tahun 2007, dengan adanya penurunan berarti semakin kecil dana yang tertanam pada piutang.
- b. Perputaran Persediaan
Perputaran persediaan mengalami kenaikan selama 0.1 kali pada tahun 2007 ini menunjukkan bahwa kecepatan persediaan yang dimilki perusahaan mengalami peningkatan yang berdampak pada penjualan perusahaan.
- c. Perputaran Aktiva Tetap
Penurunan sebesar 0.25 x ini disebabkan oleh adanya kenaikan pada pendapatan dan aktiva tetap.sehingga terjadinya penurunan efektivitas penggunaan aktiva tetap terhadap pendapatan.
- d. Perputaran Total aktiva
Perputaran total aktiva mengalami kenaikan sebesar 0.9 x pada tahun 2007. Berdasarkan hal ini, aktiva yang dimiliki perusahaan dapat berputar lebih cepat dan meraih laba
Analisa Rasio Keuangan Perusahaan
|
Rasio Keuangan
|
Kenaikan
|
Penurunan
|
| 1. Rasio likuditas :
a. Current Ratio
b. Quick Ratio |
|
4.55%
7.97%
|
| 2. Rasio Solvabilitas :
a. Debt to Equity
b. Debt to Total Asset |
|
24.23%
2.35%
|
| 3. Rasio profitabilitas :
a. PM
b. ROI
c. ROE
d. CM
e. ATO |
4.75%
3.03%
6.94%
5.25%
0.1 x
|
|
| 4. Rasio Aktifitas :
a. Rata-rata umur piutang
b. Perputaran Persediaan
c. Perputaran Aktiva Tetap
d. Perputaran Total Aktiva
|
0.1 kali
0.9 kali
|
2 hari
0.25
|
2. Pengukuran kinerja perusahaan berdasarkan balanced secorecard
Balanced Scorecard merupakan suatu pengukuran kinerja komprehensif yang menterjemahkan visi dan misi ke dalam empat perspektif yaitu Perspektif keuangan, Perspektif pelanggan, Perspektif Proses Bisnis internal serta Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Melalui balanced scorecard, para eksekutif dan manajer dapat memantau kinerja perusahaan dalam empat perspektif yang msing-masing dilengkapi dengan penilaiannya. Berikut adalah pengukuran kinerja PT. Moyo Segoro Agung dengan menggunkan ke empat perspektif Balanced Scorecard.
- a. Perspektif Keuangan
Siklus bisnis PT. Moyo Segoro Agung
Perusahaan ini berorientasi dalam negeri berada pada tahap sustain (bertahan).Perusahaan tersebut berusaha untuk tetap bertahan di dalam era persaingan ini. PT. Moyo Segoro Agung berupaya mempertahankan dan meningkatkan pangsa pasarnya dengan cara peningkatan kualitas jasa percetakan dan memberikan pelayanan terbaik kapada para pelanggannya.
a) Tolok Ukur yang digunakan
besarnya tingkat pengendalian antara investassi yang dilakukan oleh perusahaan atau disebut juga Return on Investment (ROI).
Tolak Ukur Keuangan
PT. Moyo Segoro Agung
2006 – 2007
|
Keterangan
|
2006
|
2007
|
|
Profit Margin
|
17.49 %
|
22.24 %
|
|
Aset Turn Over
|
0.59 x
|
0.6 x
|
|
Return on Investment
|
10.41 %
|
13.44 %
|
Dari pengukuran yang telah dijabarkan pada tolok ukur keuangan tersebut, terlihat bahwa pengembalian investasi (ROI) yang dilakukan mengalami peningkatan laba pada tahun 2007 sebesar 3.03%, laba bersih yang diperoleh perusahaan pada tahun 2007 mengalami peningkatan sebesar 41.07% yang disebabkan oleh meningkatnya total kewajiban dan total modal.
Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa kemampuan perusahaan pada tahun 2007 berada dalam kondisi yang baik.
- b. Perspektif Pelanggan
Perspektif pelanggan dalam Balanced Scorecard memiliki keinginan untuk menterjemahkan misi dan strategi perusahaan kedalam tujuan yang spesifik yang berkenaan dengan pelanggan dan segmen pasar sasaran untuk dikomunikasikan keseluruh perusahaan.
Penetapan perspektif pelanggan dalam Balanced Scorecard dimaksudkan untuk memberikan tekanan mengenai pentingnya perhatian manajemen terhadap hubungannya dengan perusahan dengan para pelanggannya.
Pangsa Pasar
Pada saat ini selain berkantor pusat di Jakarta, PT.Moyo Segoro Agung juga mendirikan Kantor cabang di Pangkalpinang (Bangka-Belitung) dan Palembang (Sumatera selatan) tetapi disamping jasa percetakan kantor cabang juga menyediakan jasa Catering dan jasa penyewaan Kontraktor untuk dapat mencapai target pemasaran jasa yang lebih luas
1) Untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan,
setiap pelanggan yang menggunakan jasa percetakan,dan harus mengenai kualitas dan harga kompetitif yang ditawarkan oleh perusahaan. Untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan, maka yang paling penting adalah bagaiman kepuasaan pelanggan dapat terwujud Kepuasan pelanggan dapat tercapai apabila pelayanan yang diberikan dapat sesuai dengan apa yang diharpkan oleh pelanggan, salah satunya adalah mengenai kualitas dan harga kompetitif yang ditawarkan oleh perusahaan
Atribut Produk / Jasa (Product/ Service Atributes)
Kemampuan perusahaan dalam melaksanakan pendistribusian
Produk / Jasa dengan cepat
|
Pendapat Responden
|
Nilai
(a)
|
Jumlah Responden
(b)
|
Total
(a x b)
|
| Sangat memuaskan |
5
|
4
|
20
|
| Memuaskan |
4
|
11
|
44
|
| Cukup memuaskan |
3
|
5
|
15
|
| Kurang memuaskan |
2
|
0
|
0
|
| Sangat tidak memuaskan |
1
|
0
|
0
|
|
Total
|
|
20
|
79
|
| Nilai rata-rata / 79 : 20 = 3.95 |
Pelayanan transaksi yang cepat dan Prosedur yang tidak terlalu rumit
|
Pendapat Responden
|
Nilai
(a)
|
Jumlah Responden
(b)
|
Total
(a x b)
|
| Sangat memuaskan |
5
|
2
|
10
|
| Memuaskan |
4
|
12
|
48
|
| Cukup memuaskan |
3
|
4
|
12
|
| Kurang memuaskan |
2
|
2
|
4
|
| Sangat tidak memuaskan |
1
|
0
|
0
|
|
Total
|
|
20
|
74
|
| Nilai rata-rata / 74 : 20 = 3,7 |
Jasa percetakan yang diberikan perusahaan sesuai dengan
Permintaan konsumen / pelanggan
|
Pendapat Responden
|
Nilai
(a)
|
Jumlah Responden
(b)
|
Total
(a x b)
|
| Sangat memuaskan |
5
|
3
|
15
|
| Memuaskan |
4
|
13
|
52
|
| Cukup memuaskan |
3
|
3
|
9
|
| Kurang memuaskan |
2
|
1
|
2
|
| Sangat tidak memuaskan |
1
|
0
|
0
|
|
Total
|
|
20
|
78
|
| Nilai rata-rata /78 : 20 = 3,9 |
Fasilitas yang ditawarkan untuk memberikan Kemudahan bagi para pelanggannya.
|
Pendapat Responden
|
Nilai
(a)
|
Jumlah Responden
(b)
|
Total
(a x b)
|
| Sangat memuaskan |
5
|
3
|
15
|
| Memuaskan |
4
|
15
|
60
|
| Cukup memuaskan |
3
|
2
|
6
|
| Kurang memuaskan |
2
|
0
|
0
|
| Sangat tidak memuaskan |
1
|
0
|
0
|
|
Total
|
|
20
|
81
|
| Nilai rata-rata / 81 : 20 = 4.05 |
Harga kompetitif yang ditawarkan oleh perusahaan
|
Pendapat Responden
|
Nilai
(a)
|
Jumlah Responden
(b)
|
Total
(a x b)
|
| Sangat memuaskan |
5
|
4
|
20
|
| Memuaskan |
4
|
11
|
44
|
| Cukup memuaskan |
3
|
5
|
15
|
| Kurang memuaskan |
2
|
0
|
0
|
| Sangat tidak memuaskan |
1
|
0
|
0
|
|
Total
|
|
20
|
79
|
| Nilai rata-rata / 79 : 20 = 3,95 |
Kualitas pelayanan jasa percetakan pada perusahaan
|
Pendapat Responden
|
Nilai
(a)
|
Jumlah Responden
(b)
|
Total
(a x b)
|
| Sangat memuaskan |
5
|
5
|
25
|
| Memuaskan |
4
|
13
|
52
|
| Cukup memuaskan |
3
|
2
|
6
|
| Kurang memuaskan |
2
|
0
|
0
|
| Sangat tidak memuaskan |
1
|
0
|
0
|
|
Total
|
|
20
|
83
|
| Nilai rata-rata / 83 :20 = 4.15 |
A) Hubungan Dengan Pelanggan
Keramahan, sopan santun karyawan dalam melayani pelanggan
|
Pendapat Responden
|
Nilai
(a)
|
Jumlah Responden
(b)
|
Total
(a x b)
|
| Sangat memuaskan |
5
|
10
|
50
|
| Memuaskan |
4
|
6
|
24
|
| Cukup memuaskan |
3
|
4
|
12
|
| Kurang memuaskan |
2
|
0
|
0
|
| Sangat tidak memuaskan |
1
|
0
|
0
|
|
Total
|
|
20
|
86
|
| Nilai rata-rata / 86 : 20= 4,3 |
Respon perusahaan dalam menghadapi keluhan pelanggan
|
Pendapat Responden
|
Nilai
(a)
|
Jumlah Responden
(b)
|
Total
(a x b)
|
| Sangat memuaskan |
5
|
2
|
10
|
| Memuaskan |
4
|
13
|
52
|
| Cukup memuaskan |
3
|
4
|
12
|
| Kurang memuaskan |
2
|
1
|
2
|
| Sangat tidak memuaskan |
1
|
0
|
0
|
|
Total
|
|
20
|
76
|
| Nilai rata-rata / 76 : 20 = 3,8 |
Pemberian informasi yang terperinci tentang jasa yang
diberikan oleh perusahaan
|
Pendapat Responden
|
Nilai
(a)
|
Jumlah Responden
(b)
|
Total
(a x b)
|
| Sangat memuaskan |
5
|
0
|
0
|
| Memuaskan |
4
|
14
|
56
|
| Cukup memuaskan |
3
|
6
|
18
|
| Kurang memuaskan |
2
|
0
|
0
|
| Sangat tidak memuaskan |
1
|
0
|
0
|
|
Total
|
|
20
|
74
|
| Nilai rata-rata / 74: 20 = 3,7 |
B) Citra Perusahaan
Citra perusahaan sebagai perusahaan yang sangat memperhatikan kualitas
|
Pendapat Responden
|
Nilai
(a)
|
Jumlah Responden
(b)
|
Total
(a x b)
|
| Sangat memuaskan |
5
|
3
|
15
|
| Memuaskan |
4
|
16
|
64
|
| Cukup memuaskan |
3
|
1
|
3
|
| Kurang memuaskan |
2
|
0
|
0
|
| Sangat tidak memuaskan |
1
|
0
|
0
|
|
Total
|
|
20
|
82
|
| Nilai rata-rata / 82: 20 = 4.1 |
Citra perusahaan sebagai perusahaan yang berpengalaman, memiliki pelayanan yang baik dan dapat memenuhi kebutuhan konsumen
|
Pendapat Responden
|
Nilai
(a)
|
Jumlah Responden
(b)
|
Total
(a x b)
|
| Sangat memuaskan |
5
|
0
|
0
|
| Memuaskan |
4
|
15
|
60
|
| Cukup memuaskan |
3
|
5
|
15
|
| Kurang memuaskan |
2
|
0
|
0
|
| Sangat tidak memuaskan |
1
|
0
|
0
|
|
Total
|
|
20
|
75
|
| Nilai rata-rata / 75 : 20= 3,75 |
Citra perusahaan sebagai perusahaan yang menawarkan harga yang
Kompetitif dan bersaing
|
Pendapat Responden
|
Nilai
(a)
|
Jumlah Responden
(b)
|
Total
(a x b)
|
| Sangat memuaskan |
5
|
2
|
10
|
| Memuaskan |
4
|
15
|
60
|
| Cukup memuaskan |
3
|
2
|
6
|
| Kurang memuaskan |
2
|
1
|
2
|
| Sangat tidak memuaskan |
1
|
0
|
0
|
|
Total
|
|
20
|
78
|
| Nilai rata-rata / 78 : 20= 3,9 |
- c. Perspektif Proses Bisnis Internal
Selain ukuran perspektif keuangan dan pelanggan, Balanced Scorecard juga mengikutsertakan Perspektif Proses Internal Bisnis. dapat memenuhi sasaran. Perusahaan harus mengetahui proses operasi yang harus dikuasai dan dilakukan perusahaan agar memuaskan pelanggan dari segi pelayanan yang diberikan, fasilitas yang tersedia, pelayanan yang diberikan para karyawannya.
Proses Inovasi
Proses inovasi merupakan kegiatan yang berkaitan dengan pengindentifikasian keinginan dan kebutuhan pelanggan serta merumuskan cara untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan tersebut. Perlu mengetahui keinginan para pelanggannya adalah dengan selalu mengembangkan produk atau jasa yang diberikan perusahaan sesuai dengan kebutuhan pelanggan atau dengan spesifikasi yang diperlukan pelanggan, sehinnga kepuasan pelanggan tercapai.
Proses Operasi
kegiatan perusahan yang berhubungan dengan pelayanan kepada pelanggannya dan penyampaian kepada para pelanggannya. Sebagai perusahaan jasa percetakan ada satu hal yang menjadi tolok ukur, yaitu kualitas percetakan. Kualitas jasa yang dihasilkan oleh PT. Moyo Segoro Agung, masuk dalam kategori yang baik. Hal ini terlihat dari kuesioner kepuasaan pelanggan yang menunjukkan bahwa pelanggan puas dengan atribut produk atau jasa yang diberikan oleh perusahaan, citra dan reputasi perusahaan sebagai perusahaan jasa yang sangat memperhatikan kualitas produk jasanya, perusahaan yang berpengalaman dalam memenuhi kebutuhan konsumen dan perusahaan yang menawarkan harga yang bersaing bagi pelangganya baik dengan para pelanggannya.Pelaksanaan dari proses operasinya didukung oleh tenaga–tenaga ahli dibidang percetakan dan desain graphics. Tenaga-tenaga ahli tersebut memiliki cukup pengalaman dibidang percetakan, agar hasilnya dapat memuaskan pelanggannya.
Dan pelaksanaan yang bersifat percetakan undangan pernikahan, PT. Moyo segoro Agung mempunyai kerjasama dengan Event Organizer dengan pihak-pihak hotel dan bridal yang menyediakan jasa wedding, Agar memudahkan para pelangganya untuk mendapatkan jasa paket wedding, disamping jasa percetakan yang disediakan oleh PT.Moyo Segoro agung..
- Pelayanan Purna Jual
Proses ini merupakan jasa pelayanan pada pelanggan setelah penjualan jasa tersebut dilakukan. Dalam hal ini PT. Moyo Segoro Agung berusaha untuk memberikan pelayanan purna jual yang memuaskan dan menyenangkan para pelanggannya. Pelayanan purna jual ini antara lain dengan cara meningkatkan kualitas jasa atau pelayanannya.
- c. Perspektif Pembelajaran Dan Pertumbuhan
Pengukuran yang dilakukan adalah sebagai berikut:
1) Sumber Daya Manusia
Dalam rangka meningkatkan kemampuan karyawannya, PT. Moyo Segoro Agung memberikan pendidikan dan pelatihan-pelatihan kepada karyawannya.
2) Motivasi
3) .
BAB IV
Masalah yang dihadapi dan cara pemecahannya
Dilihat dari hasil penelitian, untuk perspektif keuangan sebaiknya perusahaan menambahkan tahap siklus bisnis sebagai tolok ukur kinerja keuangan, karena siklus bisnis perusahaan dapat mengukur kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba dari aktiva yang dipergunakan. Secara garis besar pelanggan sudah merasa cukup puas dengan pelayanan-pelayanan yang diberikan perusahan, tetapi masih ada sedikit pelanggan yang merasa kurang puas sebaiknya perusahaan memperhatikannya juga.
Dalam proses bisnis internal perusahaan sudah berjalan dengan baik, yaitu dilihat dari proses inovasi dan operasi yang dilakukan oleh perusahaan.untuk perspektif pembelajaran dan pertumbuhan dilihat dari hasilnya dapat disimpulkan bahwa karyawan merasa puas terhadap hasil yang mereka peroleh dari perusahaan. Namun, sebaiknya perusahaan memperhatikan lagi kesejahteraan karyawannya karena jika karyawan diberikan kesejahteraan yang layak, maka pasti mereka akan memberikan kualitas yang baik terhadap perusahaan.
Hasil dari penelitian memperlihatkan bahwa Balanced Scorecard tidak hanya mengukur kinerja perusahaan dengan melihat satu aspek saja yaitu keuangan, tetapi mengukur kinerja perusahaan dari segala aspek yaitu mulai dari keuangan, pelanggan, proses bisnis internal dan pembelajaran dan pertumbuhan.Perusahaan tidak hanya mengukur kinerja untuk jangka pendeknya saja tetapi juga mengukur jangka panjangnya.
Balanced Scorecard yang telah tersusun secara utuh tersebut dapat menunjukkan hubungan sebab akibat dari visi, misi, dan strategi PT. Moyo Segoro Agung serta berbagai sasaran strategis dan tolak ukur dalam setiap perspektif. Ini sangat berguna bagi organisasi untuk menjadi suatu organisasi yang fokus pada strategi, dan sebagai suatu alat untuk memkomunikasikan strategi kepada seluh karyawan dengan bentuk ukuran aktivitas operasional.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Setelah pembahasan dan penganalisaan secara menyeluruh, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
- Penilaian kinerja atas PT. Moyo Segoro Agung masih menggunakan sistem tradisional, yakni hanya menitik beratkan pada aspek keuangan. Pengukuran kinerja perusahaan dengan menggunakan aspek keuangan semata dipandang kurang mencukupi. Aspek non keuangan dipandang perlu didalam penilaian kinerja. Penilaian kinerja tradisional dengan menggunakan aspek keuangan mencakup aspek Likuiditas, Solvabilitas, Profitabilitas, dan Aktifitas. Pada PT. Moyo Segoro Agung baru dilakukan penilaian kinerja dengan menggunakan aspek keuangan, yang tentunya hal ini belum mencerminkan penilaian kinerja yang dipandang mencukupi.
- Pengukuran kinerja dengan menggunkan Balanced Scorecard yang meliputi empat perspektif yaitu Perspektif keuangan, Perspektif pelanggan, Perspektif proses bisnis internal, dan Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan dianggap lebih dari penilaian kinerja secara tradisional, namun penilaian kinerja ini belum dipakai perusahaan.
- Pengukuran kinerja dengan sistem tradisional menunujukkan kinerja perusahaan sebagai berikut:
a) Likuiditas perusahan untuk tahun 2006 dan 2007 mengalami penurunan dilihat dari current ratio sebesar 4.55% dan quick ratio sebesar 7.97%.
b) Solvabilitas perusahaan untuk tahun 2006 dan 2007 mengalami penurunan dilihat dari debt to equity sebesar 24.23% dan debt to total asset sebesar 2.35%.
c) Profitabilitas perusahaan untuk tahun 2006 dan 2007 mengalami kenaikan dilihat dari Return on Investment (ROI) sebesar 3.03%.
d) Aktifitas perusahaan untuk tahun 2006 dan 2007 mengalami penurunan dilihat dari perputaran aktiva tetap sebesar 25.45%.
Yang pada intinya kinerja perusahaan masih belum menunjukkan kinerja yang sehat.
- Dengan menggunakan Balanced Scorecard maka kinerja perusahan dapat dilihat sebagai betikut:
a) Perspektif Keuangan
Pada perspektif keuangan, perusahaan menggunakan analisa rasio keuangan yang digunakan perusahaan sebagai salah satu tolok ukur kinerjanya. Disini juga akan ditambahkan satu tolok ukur untuk melengkapi pengukuran kinerja perusahan yaitu perusahaan berada pada tahap sustain (bertahan).
b) Perspektif Pelanggan
Pada umumnya pelanggan sudah merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan perusahaan, tetapi masih ada sedikit pelanggan yang kurang puas terhadap pelayanan transaksi dan prosedur tidak berbelit-belit dan hal ini yang harus diperhatikan oleh perusahaan.
c) Perspektif Proses bisnis dan internal
Di dalam proses bisnis dan internal terlihat bahwa kinerja PT. Moyo Segoro Agung umumnya perusahaan telah memuaskan para pelanggannya,tetapi ada sedikit pelanggan yang merasa kurang puas terhadap citra perusahaan yang menawarkan harga yang kompetitif.
d) Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan
Pada umumnya karyawan sudah merasa puas terhadap apa yang mereka dapatkan diperusahaan.tetapi masih ada sedikit karyawan yang merasa kurang puas terhadap gaji dan tunjangan yang diberikan perusahaan serta kesempatan untuk memperoleh promosi jabatan diperusahaan.
B. Saran
- 1. Pengukuran kinerja perusahaan yang diterapkan oleh PT. Moyo Segoro Agung hanya berdasarkan aspek keungan dianggap belum memadai, namun. Dengan penerapan Balanced Scorecard yang menggunakan aspek keuangan dan non keuangan dapat menjadi pilihan yang bijaksana untuk pengukuran kinerja perusahaan selanjutnya.
- 2. PT. Moyo Segoro Agung hendaknya menerapkan balanced scorecard sebagai sistem pengukuran kinerja perusahaan. Dimana dalam penerapan balanced scorecard ini perusahaan memerlukan adanya dukungan dan partisispasi dari pihak manajemen dan seluruh karyawan perusahaan untuk dapat menentukan berjalan atau tidaknya program yang berkaitan dengan penerapan balanced scorecard.
- 3. Dalam sistem tradisional PT. Moyo Segoro Agung, diharapkan meningkatkan laba bersih, jumlah aktiva yang digunakan dan jumlah pendapatan jasa yang nantinya akan berpengaruh pada peningkatan Return on Investment (ROI), untuk dapat memperbaiki Return on Investmen (ROI) yang perlu dilakukan perusahaan adalah meningkatkan penjualan, menekan biaya, dan mengurangi investasi / aktiva yang digunakan.
- 4. Dalam menerapkan balanced scorecard hendaknya perusahaan dilihat dari 4 perspektif yaitu:
- Dalam perspektif keuangan, perusahaan hendaknya mengkoordinasi lagi kinerja keuangannya agar lebih maksimal sehinnga dapat mencapai tahap yang lebih baik lagi yaitu tahap harvest (menuai).
- Dalam perspektif pelanggan PT. Moyo Segoro Agung harus dapat mempertahankan, mengembangkan sasaran-sasaran perusahaan yang meliputi pengembangan jasa dan produk perusahaan yang kompetitif, hubungan baik dengan pelanggan serta selalu memberikan citra dan reputasi yang baik kepada pelangga, sehingga kebutuhan pelanggan dapat terpenuhi dengan baik.
- Dalam perspektif bisnis internal sebaiknya perusahaan meningkatkan kinerja pada perspektif ini dengan cara lebih meningkatkan lagi pengendalian intern perusahaan. Dengan adanya peningkatan intern yang yang baik yaitu efesiensi dan efektivitas, peraturan yang ditaati dan resiko manajemen agar dapat menciptakan good corporate governance.
- Dalam perspektif pembelajaran dan pertumbuhan, perusahaan harus mengembangkan kemampuan dan keahlian para karyawannya, melalui pelatihan, penilaian kinerja karyawan yang objektif, dari memberikan kesempatan bagi karyawan untuk ikut aktif dalam organisasi dengan penggembangan karir para karyawannya. Dari segi informasi yang terkomputerisasi, sehingga penyampaian pesan atau informasi terbaru dapat lebih cepat diterima oleh perusahaan.