DAMPAK INTANGIBLE BENCANA LUMPUR SIDOARJO

Tugas Sosiologi dan Politik

Sosiologi hendak mempelajari masyarakat, perilaku masyarakat, dan perilaku sosial manusia dengan mengamati perilaku kelompok yang dibangunnya. Kelompok tersebut mencakup keluarga, suku bangsa, negara, dan berbagai organisasi politik, ekonomi, sosial.

Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari seluruh seluk beluk yang berhubungan dengan sosial. Banyak aspek yang dipelajari dalam ilmu sosiologi dimana berkait dengan kehidupan sosial, hubungan antar sesama, kekeluargaan, kasta, rumpun, bangsa, agama dan asosiasi kebudayaan, ekonomi dan organisasi politik, dari keseluruhan yang tersebut adalah pernyataan naluri dari khalayak sosial. Dapat diambil pernyataan bahwa masyarakat adalah lebih dahulu dari pada Negara. Sosiologi adalah ilmu yang terkait kuat secara keseluruhan akan proses perkembangan kehidupan manusia, dimana jangkauan dan penjamahan ilmu sosilogi lebi luas layak pesatnya pertumbuhan manusia.

Contoh disini adalah dampak Lumpur lapindo untuk kita semua

Dampak Bencana lumpur Sidoarjo semakin luas dan mencakup hal-hal yang selama ini tidak diperkirakan (intangible) sebelumnya. Pemblokiran jalan tol, jalan arteri, dan rel kereta api oleh ribuan warga Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera membuat ekonomi jawa timu terguncang, merupakan salah satu contoh paling aktual. Sebagian pengamat memperkirakan kerugian perokonomian Jatim akibat blokade korban lumpur tersebut mencapai 2 trilyun (Produk Domestik Regional Bruto Jatim per hari sekitar 1 trilyun), fenomena pemblokiran jalan-jalan utama di Porong termasuk rel kereta api oleh warga korban lumpur Lapindo merupakan luapan frustasi yang hampir puncak. Mereka terombang-ambing tanpa keputusan yang jelas, terjadi kekacauan.

Pemerintah pusat seharusnya tidak  hanya diam atau membiarkannya. Karna hal tersebut dapat merusak image Pemerintah dan Presiden. Dalam beberapa kesempatan Lapindo Berantas Inc bahkan bersikukuh tidak mau memberikan ganti rugi. Alasannya, Perumtas 1 yang terdiri dari 5.361 rumah dan dihuni 14.000 jiwa lebih itu berada di luar wilayah yang direkomendasikan oleh Tim Nasional Penanggulangan Semburan Lumpur di Sidoarjo. Dampak bencana tangible merupakaan dampak bencana yang bisa dihitung dan biasanya dinyatakan dengan terminologi moneter. Dampak tangible dibedakan 2, yaitu :

1)     langsung yang terkait dengan lumpur Sidoarjo adalah terendamnya rumah warga termasuk terendamnya jalan tol Porong Gempol di sekitar pusat luberan lumpur.

2)     Dampak tidak langsung adalah dampak yang terkait dengan matinya atau terganggunya perekonomian akibat luberan lumpur tersebut, seperti hilangnya mata pencaharian penduduk karena sawahnya terendam lumpur, hilangnya pekerjaan penduduk akibat pabriknya terendam, terganggunya aktivitas distribusi barang menuju kota Surabaya

Dampak intangible lumpur Sidoarjo adalah dampak yang sulit diperkirakan dan dihitung dan menyangkut aspek yang lebih luas (sosial dan politik, termasuk psikologi). Dan Kelalaian Timnas tidak bisa dijadikan alasan perusaahaan untuk berkelit dari tanggung jawab memberikan ganti rugi terhadap korban karena bukti bahwa Wilayah Perumtas I terendam lumpur jelas kasat mata (empiris) dan tidak bisa dibantah lagi. Tuntutan ganti rugi yang sama dengan 4 warga desa yanga lain seperti disuarakan warga perumtas 1 adalah wajar dan harus dikabulkan pihak perusahaaan, karena wilayah mereka masih dalam kategori zona dampak langsung luberan lumpur Sidoarjo. Melihat penanganan bencana lumpur Sidoarjo yang dilakukan pihak perusahaan dan Timnas selama ini, apa pun kendalanya, masih jauh dari memadai. Jangankan mengantisipasi dampak intangible, dampak tangible langsung saja tidak ditangani secara serius. Indikasinya, Wilayah Perumtas 1 jelas masuk zona dampak langsung luberan lumpur, tetapi pihak Lapindo berkeras tidak mau memberikan ganti rugi dengan alasan seperti sudah disebutkan di atas.

Potensi Menjadi Bola Liar

Kekerasan hati pihak perusahan, ditambah mandulnya ketegasan Timnas dan pemerintah daerah serta legislatif (DPRD Sidoarjo dan Jatim) dalam membuat keputusan, jelas-jelas mencederai rasa keadilan masyarakat. Ketidakpastian penyelesaian dan masa depan korban, membuat warga frustasi dan berujung pada tindakan yang tidak diperkirakan sebelumnya dan secepatnya mengambil tindakan yang menjunjung rasa keadilan masyarakat, khususnya korban. Penanganan dampak lumpur baik yang tangible maupun intangible merupakan agenda paling utama. Karena ke depan masalah Lumpur Sidoarjo akan semakin berisiko mengingat akumulasi permasalahan baik dari sisi lingkungan, ekonomi, sosial maupun politik yang sudah memasuki tahap kritis dan indikasi menjadi bola liar mulai tampak dari aksi pemblokiran jalan kemarin. Semoga semua pihak yang berkepentingan mulai dari PT Lapindo Berantas, Timnas penanggulangan lumpur Sidoarjo, Pemkab Sidoarjo dan Pemprov Jatim, serta legislatif di daerah tersebut termasuk pemerintah pusat, sensitif dengan perkembangan terakhir ini dan secepatnnya mengambil tindakan, sebelum meledak menjadi kerusahan sosial yang tidak diinginkan semua pihak.

Sumber :

http://hotmudflow.wordpress.com/diskusi/diskusi-sosial-ekonomi-politik/

PENGANTAR BISNIS

 Bab I

PENDAHULUAN

  1. A.     Alasan Pemilihan Judul

            Krisis multimedia yang melanda Indonesia pada era globalisasi, telah membuat perubahan lingkungan yang kompleks, khususnya dalam dunia bisnis yang perkembangannya telah beralih dari revolusi industri ke revolusi informasi. suatu organisasi tidak dapat memperoleh keunggulan bersaing dengan hanya mengadopsi teknologi baru yang cepat atau mengelola aktiva dan finansialnya dengan sangat baik, tetapi harus mampu beradaptasi dengan lingkungannya yang berubah-ubah dan bersaing dengan pasar yang begitu luas.Dalam menghadapi kondisi persaingan yang semakin ketat dan agar dapat ikut berperan dalam persaingan bebas tersebut, perusahaan harus mempunyai competitive advantage. Dengan kemajuan teknologi informasi seperti yang terjadi saat ini, suatu perusahaan tidak dapat memperoleh keunggulan bersaing dengan hanya mengandalkan teknologi baru atau mengelolah aktiva dan kewajiban finansialnya dengan baik. Perubahan lingkungan juga menuntut perusahaan untuk benar-benar bersaing dalam efisiensi, inovasi, harga dan perkembangan usaha. Dengan demikian perusahaan menentukan kemamapuan untuk mengelola modal secara efektif dan efesiensi. Perusahaan perlu melakukan upaya untuk merumuskan dan menyempurnakan strategi bisnis mereka dalam rangka memerankan persaingan.

            Untuk mengatasi keadaan tersebut, maka diperlukan alat pengukuran kinerja yang lebih komprehensif yang dapat mengukur kinerja perusahaan baik dari sisi keuangan maupun non keuangan, pengukuran kinerja non keuangan lebih digunakan dalam tingkat operasional yang langsung berhubungan dengan pelanggan. Sistem pengukuran kinerja baru tersebut dikenal dengan Balanced Scorecard.

            Balanced Scorecard merupakan penilaian kinerja yang komprehensif dan seimbang yang terintegrasi antara tujuan jangka pendek dan jangka panjang. Sistem pengukuran kinerja ini mempunyai kelebihan dalam cakupan pengukurannya yang lebih komprehensif, yaitu mempertimbangkan kinerja keuangan dan non keuangan serta tidak hanya mengukur hasil akhir, tetapi juga aktivitas-aktivitas penentu keberhasilan (key success factor) perusahaan tersebut, Balanced Scorecard ini mengukur kinerja dari empat perspektif, yaitu perspektif keuangan (financial), Perspektif pelanggan (customer), Perspektif proses  bisnis internal (internal business process) dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan (learning and growth). Balanced Scorecard dapat diajukan sebagai alat pengukur kinerja yang lebih menyeluruh, sehingga seluruh aspek dalam perusahaan dapat dilihat.          

            Dengan adanya Balanced Scorecard perusahaan dapat mengetahui kinerja dari tiap-tiap aktifitas dengan seobjektif mungkin, mancapai tujuan dan menentukan tindakan yang akan dilakukan dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat. Menyadari pentingnya penerapan Balanced Scorecard dalam pengukuran kinerja maka maka saya menentukan judul “PENERAPAN BALANCED SCORECARD SEBAGAI ALAT PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN PADA PT. MOYO SEGORO AGUNG”, yang diharapkan dapat memberikan informasi kepada manajemen mengenai kemungkinan diterapkannya sistem Balanced Scorecard pada perusahaan.  

 

 

  1. B.         Rumusan Masalah.

Dengan melihat latar belakang yang telah dijelaskan sebelumnya, maka masalah yang ditekankan pada skripsi ini adalah sebagai berikut:

  1. Bagaimana cara penerapan Balanced Scorecard sebagai alat pengukuran kinerja, jika diterapkan pada PT. Moyo Segoro Agung.
  2. Bagaimana pengukuran kinerja yang diterapkan pada PT. Moyo Segoro Agung.
  3. Apakah kendala yang dihadapi PT. Moyo Segoro Agung jika perusahaan tersebut menerapkan Balanced Scorecard.

C.        Tujuan Penelitian

            Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Untuk mengetahui cara penerapan Balanced Scorecard sebagai alat pengukuran kinerja pada PT. Moyo Segoro Agung.
  2. Untuk mengetahui pengukuran kinerja perusahaan yang diterapkan peusahaan berdasarkan metode Balanced Scorecard yang terdiri dari perspektif keuangan, prespektif konsumen, prespektif internal bisnis dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan.
  3. Untuk mengetahui sejauh mana manfaat yang bisa diperoleh PT. Moyo Segoro Agung jika perusahaan tersebut menerapkan Balanced Scorecard sebagai alat pengukuran kinerja.

 

D.    Metode Penulisan

Dalam rangka penumpulan data untuk penulisan makalah ini, saya melaksanakan 2 (dua ) metode atau dara penelitian,yaitu :

  1. Penelitian kepustakaan

Yaitu yang dilakukan dengan cara membaca literatura,catatan materi kuliah,diktat,surat kabar,sumber data lainnya  yang berhubungan dengan permasalahan yang saya teliti,dengan tujuan untuk mendapatkan pengetahuan yang teoritis sebagai data sekunder yang menduung kebenaran dan keakuratan pembahasan.

  1. Penelitian Lapangan

Yaitu penelitian yang mendatangi langsung tempat yang menjadi objek penelitian .dengan melakukan penelitian lapangan maka akan didapat data primer yan diperlukan dengan menggunakan cara sebagai berikut.

  1. Yaitu mengajukan daftar pertanyaan ,sebagai pelengkap wawancara mengenai hal yang berhubungan dengan balanced scorecard
  2. Wawancara,yaitu melakukan Tanya jawab dengan pemimpin dan staff yang berwenang di bidang tersebut.
  3. Pengamatan ,yaitu melakukan peninjaun langsung atau pengamatan ke lokasi objek penelitian.

E.      Sistematika Penulisan

Penulisan makalah ini dibagi dalam lima bagian atau lima bab sebagai berikut :

Bab I                            : Pendahuluan

Bab ini mengemukakan alasan pemilihan judul,yaitu dengan menguraikan secara singkat pentingnya promosi ,tujuan dan kegunaan penulisan ,metode penelitian dan sistematika penulisan

Bab II                          : Latar Belakang

Latar belakang ini memberikan informasi tentang sejarah perusahaan  

 

 

Bab III                         : Pengumpulan Data

Bab ini memberikan pengertian pengertian dasar dan pengukuran kinerja yang digunakan PT. Moyo Segoro Agung.Analisis rasio keungan yang digunakan.

Bab IV                         : Pemecahan Masalah

Bab ini merupakan penjabaran masalah yang diambil dan disesuaikan dengan hasil penelitian

Bab V                          : Kesimpulan dan Saran

Bab ini merupakan penutup dari makalah yang disajikan dalam 2 Sub Bagian meliputi kesimpulan dan saran.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

Latar Belakang

A.        Latar Belakang  Perusahaan

PT. Moyo Segoro Agung merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa percetakan. PT. Moyo Segoro Agung mulai berdiri pada tanggal 29 April 1986 yang bergerak dibidang jasa percetakan dengan mencari order. Percetakan undangan dan brosur yang kemudian disahkan oleh notaris Bapak Ibrahim Basyah dengan akte notaris No. 34, kemudian akte ini disahkan kembali pada tanggal 3 Mei 1986 di Pengadilan Jakarta Selatan Pendiri Moyo Segoro Agung adalah Bapak Umar Basyaarahil yang dijalankan secara mandiri tanpa melibatkan modal lain.

Pada awalnya PT. Moyo Segoro Agung berlokasi di jalan Kalibata, ditempat ini perusahaan menyewa lima kontrakan antara lain satu ruang untuk kantor dan pabrik, tiga ruang untuk gudang dan satu ruang untuk tempat tinggal. Berkat kemampuan mengelola manajemen dengan baik maka PT. Moyo Segoro Agung mengalami kemajuan yang pesat sehingga pada awal Oktober 1993 PT. Moyo Segoro Agung telah memiliki gedung sendiri yang terletak di jalan Salihara No. 15-16 Jakarta Selatan, sebagai lokasi kantor percetakan bangunan ini didirikan di atas tanah seluas 1500 m2 dengan tinggi gedung tingkat dua PT. Moyo Segoro Agung terus mengalami perkembangan pesat. Adapun untuk meluaskan jaringan distribusi perusahaan telah membuka kantor cabang di Palembang (Sumatera Selatan) dan terakhir baru saja dibuka di Pangkalpinang (BangkaBelitung). Tetapi pada kantor cabang bidang jasa yang ditawarkan berbeda dengan kantor pusat yang menyediakan jasa percetakan. Di kantor cabang bergerak dibidang jasa Kontraktor dan jasa Catering

Dari tahun ke tahun tuntutan pengolahan percetakan secara profesional terus meningkat, sehingga mau tidak mau perlu dilakukan langkah-langkah pengembangan dan peningkatan kualitas, baik dalam bidang Manajemen, Pemasaran, Sumber daya Manusia, Operasional, Keuangan dan sarana lainnya. Sampai sekarang percetakan sudah berjalan 18 tahun dan PT. Moyo Segoro Agung secara bertahap terus meningkat dan berkembang. Bermula dari hanya memiliki peralatan cetak terbatas, sekarang telah memiliki sarana percetakan yang lengkap, dari tidak memiliki sarana distribusi hingga mempunyai beberapa armada yang memadai. Dalam penanganan administrasi telah mengalami perkembangan dengan menggunakan komputerisasi dan jaringan internet.

Pemasaran Jasa percetakan yang ditawarkan banyak bekerja sama dengan Event Organizer. Selain itu, jasa yang ditawarkan PT. Moyo Segoro Agung juga banyak di Iklankan di berbagai media cetak (Majalah, Tabloid dan Surat Kabar) serta iklan di internet.

Bidang Usaha

            Dari awal telah dijelaskan bahwa PT. Moyo Segoro Agung adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha percetakan pada kantor pusat dan jasa Catering dan jasa penyewaan Kontraktor pada kantor cabang. Adapun jenis-jenis produk yang dihasilkan adalah Buku-buku. Kartu Undangan, Kertas surat, Memo, Notes, Agenda, Poster-  Poster , Kalender,dan Kartu Lebaran

 

 

 

 

BAB III

KUMPULAN DATA

1.         Pengukuran kinerja pada PT. Moyo Segoro Agung

            Pengukuran kinerja yang digunakan oleh PT. Moyo Segoro Agung adalah analisa rasio keuangan.  Tetapi dalam pengukuran ini lebih ditekankan pada Return on Investment (ROI). Analisa rasio keuangan dilakukan dengan cara menghitung rasio likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, dan aktifitas.

Perhitungan lebih jelasnya adalah sebagai berikut:

1)      Rasio Likuiditas (Liquidity Ratio)

Rasio Likuiditas terdiri dari:

a)      Current Ratio

 

 

 

Dari perhitungan tersebut, dapat diketahui bahwa current ratio tahun 2007 mengalami penurunan sebesar 4.55%. Ini menunjukkan bahwa perusahaan mengalami penurunan dalam kemampuan membayar hutang jangka pendeknya

b)      Quick Ratio (Acid Test Ratio)

 

 

 

            Dari perhitungan tersebut, dapat diketahui bahwa quick ratio tahun 2007  mengalami penurunan sebesar 7.97% Ini menunjukkan bahwa kemampuan aktiva lancar perusahaan yang paling likuid untuk memenuhi kewajibannya.

2)      Rasio Solvabilitas (Solvability Ratio)

Rasio Solvabilitas terdiri dari:

a)      Debt to Equity Ratio

 

 

 

            Debt to equity ratio PT.Moyo Segoro Agung mengalami penurunan sebesar 24.23%. Ini menunjukkan perusahaan tidak mampu menutupi hutang-hutangnya dengan total ekuitas yang dimiliki.

b)      Debt to Total Asset Ratio

 

 

 

            Dari perhitungan tersebut dapat diketahui bahwa tahun 2007 mengalami penurunan sebesar 2.35 %. Ini menunjukkan bahwa semakin kecil rasio ini maka semakin kecil resiko yang dihadapi oleh perusahaan atau perusahaan sudah mampu menutupi hutang-hutangnya dengan total aktiva yang dimiliki.

3)      Rasio Profitabilitas (Profitability Ratio)

a)      Profi Margin (PM)

 

 

 

            Rasio profit margin mengalami kenaikan pada tahun 2007 sebesar 4.75 %. Dalam hal ini, dapat dikatakan perusahaan memiliki kemampuan yang cukup baik dalam mendapatkan laba.

b)      Return On Investment ( ROI)

 

 

 

            Return on Investment mengalami peningkatan pada tahun 2007 sebesar 3.03%. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya pendapatan bersih setelah pajak dan total aktiva dari tahun ke tahun. Rasio ini menunjukkan besarnya laba bersih perusahan yang diukur dari nilai aktiva.

            Return on Investment rasio yang dapat digunakan sebagai alat ukur kinerja bagi perusahaan yang berdasarkan perspektif tradisional. Dalam hal ini Return on Investment (ROI) diharapkan akan dapat membantu perusahaan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan yaitu mencapai laba atau keuntungan yang setinggi-tingginya bagi perusahaan.

            Return on Investmen (ROI) pada PT. Moyo Segoro Agung dapat gunakan oleh manajemen perusahaan untuk meninggkatkan laba perusahaan, dalam hal ini target Return on Investmen (ROI) adalah meningkatkan pendapatan usaha, menekan biaya dan mengurangi aktiva yang digunakan oleh perusahaan.

            Return on investment (ROI) juga dapat digunakan sebagai tolok ukur kinerja bawahan keuangan dalam balanced secorecard yang terdapat pada perspektif keuangan. Tolok ukur kinerja Return on investmen (ROI) secara umum digunakan dalam PT. Moyo Segoro Agung lebih ditujukan dalam mencari laba setinggi-tingginya bagi perusahaan.

c)      Return On Equity (ROE)

 

 

 

Return On Equity perusahaan mengalami peningkatan sebesar 6.94%. Peningkatan rasio ini menunjukkan meningkatnya kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba sangat baik. Peningkatan ini disebabkan meningkatnya pendapatan jasa sehingga berdampak pada tingginya laba yang diperoleh perusahaan.

d)      Contribution Margin (CM) 

 

 

 

 

            Contribution margin perusahaan mengalami peningkatan pada tahun 2007 sebesar 5.25 %. Hal ini disebabkan oleh laba kotor dan pendapatan jasa yang terus meningkat tiap tahunnya. Dengan adanya peningkatan rasio ini, menunjukkan semakin besar kemampuan perusahaan melahirkan laba yang akan mentupi biaya tetap / biaya operasi lainnya.

e)      Assets Turnover (ATO)

 

 

 

            Rasio asset turn over mengalami kenaikan sebesar 0.1 x pada tahun 2007. Berdasarkan hal ini, aktiva yang dimiliki perusahaan dapat berputar lebih cepat dan meraih laba atau keuntungan bagi perusahaa.

4)      Rasio Aktifitas (Activity Ratio)

  1. a.      Rata- rata Umur Piutang

 

 

 

            Rata-rata umur piutang mengalami penurunan selama 2 hari pada tahun 2007, dengan adanya penurunan berarti semakin kecil dana yang tertanam pada piutang.

  1. b.      Perputaran Persediaan

 

 

 

            Perputaran persediaan mengalami kenaikan selama 0.1 kali pada tahun 2007 ini menunjukkan bahwa kecepatan persediaan yang dimilki perusahaan mengalami peningkatan yang berdampak pada penjualan perusahaan.

  1. c.       Perputaran Aktiva Tetap

 

 

 

            Penurunan sebesar 0.25 x ini disebabkan oleh adanya kenaikan pada pendapatan dan aktiva tetap.sehingga terjadinya penurunan efektivitas penggunaan aktiva tetap terhadap pendapatan.

  1. d.      Perputaran Total aktiva

 

 

 

            Perputaran total aktiva mengalami kenaikan sebesar 0.9 x pada tahun 2007. Berdasarkan hal ini, aktiva yang dimiliki perusahaan dapat berputar lebih cepat dan meraih laba

 

Analisa Rasio Keuangan Perusahaan

Rasio Keuangan

Kenaikan

Penurunan

1. Rasio likuditas :

a. Current Ratio

b. Quick Ratio

 

 

 

4.55%

7.97%

2. Rasio Solvabilitas :

a. Debt to Equity

b. Debt to Total Asset

 

 

 

24.23%

2.35%

3. Rasio profitabilitas :

a. PM

b. ROI

c. ROE

d. CM

e. ATO

 

4.75%

3.03%

6.94%

5.25%

0.1 x

 
4. Rasio Aktifitas :

a. Rata-rata umur piutang

b. Perputaran Persediaan

c. Perputaran Aktiva Tetap

d. Perputaran Total Aktiva

 

 

 

0.1 kali

 

0.9 kali

 

2 hari

 

0.25

 

2.         Pengukuran kinerja perusahaan berdasarkan balanced secorecard

            Balanced Scorecard merupakan suatu pengukuran kinerja komprehensif yang menterjemahkan visi dan misi ke dalam empat perspektif yaitu Perspektif keuangan, Perspektif pelanggan, Perspektif Proses Bisnis internal serta Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Melalui balanced scorecard, para eksekutif dan manajer dapat memantau kinerja perusahaan dalam empat perspektif yang msing-masing dilengkapi dengan penilaiannya. Berikut adalah pengukuran kinerja PT. Moyo Segoro Agung dengan menggunkan ke empat perspektif Balanced Scorecard.

  1. a.      Perspektif Keuangan

            Siklus bisnis PT. Moyo Segoro Agung

Perusahaan ini berorientasi dalam negeri berada pada tahap sustain (bertahan).Perusahaan tersebut berusaha untuk tetap bertahan di dalam era persaingan ini. PT. Moyo Segoro Agung berupaya mempertahankan dan meningkatkan pangsa pasarnya dengan cara peningkatan kualitas jasa percetakan dan memberikan pelayanan terbaik kapada para pelanggannya.

a)      Tolok Ukur yang digunakan

besarnya tingkat pengendalian antara investassi yang dilakukan oleh perusahaan atau disebut juga Return on Investment (ROI).

Tolak Ukur Keuangan

PT. Moyo Segoro Agung

2006 – 2007

Keterangan

2006

2007

Profit Margin

17.49 %

22.24 %

Aset Turn Over

0.59 x

0.6 x

Return on Investment

10.41 %

13.44 %

 

            Dari pengukuran yang telah dijabarkan pada tolok ukur keuangan tersebut, terlihat bahwa pengembalian investasi (ROI) yang dilakukan mengalami peningkatan laba pada tahun 2007 sebesar 3.03%,  laba bersih yang diperoleh perusahaan pada tahun 2007 mengalami peningkatan sebesar 41.07% yang disebabkan oleh meningkatnya total kewajiban dan total modal.

            Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa kemampuan perusahaan pada tahun 2007 berada dalam kondisi yang baik.

  1. b.      Perspektif Pelanggan

            Perspektif pelanggan dalam Balanced Scorecard memiliki keinginan untuk menterjemahkan misi dan strategi perusahaan kedalam tujuan yang spesifik yang berkenaan dengan pelanggan dan segmen pasar sasaran untuk dikomunikasikan keseluruh perusahaan.

            Penetapan perspektif pelanggan dalam Balanced Scorecard dimaksudkan untuk memberikan tekanan mengenai pentingnya perhatian manajemen terhadap hubungannya dengan  perusahan dengan para pelanggannya.

Pangsa Pasar

      Pada saat ini selain berkantor pusat di Jakarta, PT.Moyo Segoro Agung juga mendirikan Kantor cabang di Pangkalpinang (Bangka-Belitung) dan Palembang (Sumatera selatan) tetapi disamping jasa percetakan kantor cabang juga menyediakan jasa Catering dan jasa     penyewaan Kontraktor untuk dapat mencapai target pemasaran jasa yang lebih luas

1)      Untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan,

setiap pelanggan  yang menggunakan jasa percetakan,dan harus  mengenai kualitas dan harga kompetitif yang ditawarkan oleh perusahaan. Untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan, maka yang paling penting adalah bagaiman kepuasaan pelanggan dapat terwujud  Kepuasan pelanggan dapat tercapai apabila pelayanan yang diberikan dapat sesuai dengan apa yang diharpkan oleh pelanggan, salah satunya adalah mengenai kualitas dan harga kompetitif yang ditawarkan oleh perusahaan  

Atribut Produk / Jasa (Product/ Service Atributes)

Kemampuan perusahaan dalam melaksanakan pendistribusian

Produk / Jasa dengan cepat

Pendapat Responden

Nilai

(a)

Jumlah Responden

(b)

Total

(a x b)

Sangat memuaskan

5

4

20

Memuaskan

4

11

44

Cukup memuaskan

3

5

15

Kurang memuaskan

2

0

0

Sangat tidak memuaskan

1

0

0

Total

 

20

79

Nilai rata-rata / 79 : 20 = 3.95

 

Pelayanan transaksi yang cepat dan Prosedur yang tidak terlalu rumit

Pendapat Responden

Nilai

(a)

Jumlah Responden

(b)

Total

(a x b)

Sangat memuaskan

5

2

10

Memuaskan

4

12

48

Cukup memuaskan

3

4

12

Kurang memuaskan

2

2

4

Sangat tidak memuaskan

1

0

0

Total

 

20

74

Nilai rata-rata / 74 : 20 = 3,7

 

Jasa percetakan yang diberikan perusahaan sesuai dengan

Permintaan konsumen / pelanggan

Pendapat Responden

Nilai

(a)

Jumlah Responden

(b)

Total

(a x b)

Sangat memuaskan

5

3

15

Memuaskan

4

13

52

Cukup memuaskan

3

3

9

Kurang memuaskan

2

1

2

Sangat tidak memuaskan

1

0

0

Total

 

20

78

Nilai rata-rata /78 : 20 = 3,9

 

Fasilitas yang ditawarkan untuk memberikan Kemudahan bagi para pelanggannya.

Pendapat Responden

Nilai

(a)

Jumlah Responden

(b)

Total

(a x b)

Sangat memuaskan

5

3

15

Memuaskan

4

15

60

Cukup memuaskan

3

2

6

Kurang memuaskan

2

0

0

Sangat tidak memuaskan

1

0

0

Total

 

20

81

Nilai rata-rata / 81 : 20 = 4.05

 

Harga kompetitif yang ditawarkan oleh perusahaan

Pendapat Responden

Nilai

(a)

Jumlah Responden

(b)

Total

(a x b)

Sangat memuaskan

5

4

20

Memuaskan

4

11

44

Cukup memuaskan

3

5

15

Kurang memuaskan

2

0

0

Sangat tidak memuaskan

1

0

0

Total

 

20

79

Nilai rata-rata / 79 : 20 = 3,95

           

Kualitas pelayanan jasa percetakan pada perusahaan

Pendapat Responden

Nilai

(a)

Jumlah Responden

(b)

Total

(a x b)

Sangat memuaskan

5

5

25

Memuaskan

4

13

52

Cukup memuaskan

3

2

6

Kurang memuaskan

2

0

0

Sangat tidak memuaskan

1

0

0

Total

 

20

83

Nilai rata-rata / 83 :20 = 4.15

 

A)    Hubungan Dengan Pelanggan

Keramahan, sopan santun karyawan dalam melayani pelanggan

Pendapat Responden

Nilai

(a)

Jumlah Responden

(b)

Total

(a x b)

Sangat memuaskan

5

10

50

Memuaskan

4

6

24

Cukup memuaskan

3

4

12

Kurang memuaskan

2

0

0

Sangat tidak memuaskan

1

0

0

Total

 

20

86

Nilai rata-rata / 86 : 20= 4,3

 

Respon perusahaan dalam menghadapi keluhan pelanggan

Pendapat Responden

Nilai

(a)

Jumlah Responden

(b)

Total

(a x b)

Sangat memuaskan

5

2

10

Memuaskan

4

13

52

Cukup memuaskan

3

4

12

Kurang memuaskan

2

1

2

Sangat tidak memuaskan

1

0

0

Total

 

20

76

Nilai rata-rata / 76 : 20 = 3,8

 

Pemberian informasi yang terperinci tentang jasa yang

diberikan oleh perusahaan

Pendapat Responden

Nilai

(a)

Jumlah Responden

(b)

Total

(a x b)

Sangat memuaskan

5

0

0

Memuaskan

4

14

56

Cukup memuaskan

3

6

18

Kurang memuaskan

2

0

0

Sangat tidak memuaskan

1

0

0

Total

 

20

74

Nilai rata-rata / 74: 20 = 3,7

 

 

B)    Citra Perusahaan

Citra perusahaan sebagai perusahaan yang sangat memperhatikan kualitas

Pendapat Responden

Nilai

(a)

Jumlah Responden

(b)

Total

(a x b)

Sangat memuaskan

5

3

15

Memuaskan

4

16

64

Cukup memuaskan

3

1

3

Kurang memuaskan

2

0

0

Sangat tidak memuaskan

1

0

0

Total

 

20

82

Nilai rata-rata / 82: 20 = 4.1

 

Citra perusahaan sebagai perusahaan yang berpengalaman, memiliki pelayanan yang baik dan dapat memenuhi kebutuhan konsumen

Pendapat Responden

Nilai

(a)

Jumlah Responden

(b)

Total

(a x b)

Sangat memuaskan

5

0

0

Memuaskan

4

15

60

Cukup memuaskan

3

5

15

Kurang memuaskan

2

0

0

Sangat tidak memuaskan

1

0

0

Total

 

20

75

Nilai rata-rata / 75 : 20= 3,75

 

 

            Citra perusahaan sebagai perusahaan yang menawarkan harga yang

Kompetitif dan bersaing

Pendapat Responden

Nilai

(a)

Jumlah Responden

(b)

Total

(a x b)

Sangat memuaskan

5

2

10

Memuaskan

4

15

60

Cukup memuaskan

3

2

6

Kurang memuaskan

2

1

2

Sangat tidak memuaskan

1

0

0

Total

 

20

78

Nilai rata-rata / 78 : 20= 3,9

 

 

  1. c.       Perspektif Proses Bisnis Internal

            Selain ukuran perspektif keuangan dan pelanggan, Balanced Scorecard juga mengikutsertakan Perspektif Proses Internal Bisnis. dapat memenuhi sasaran. Perusahaan harus mengetahui proses operasi yang harus dikuasai dan dilakukan perusahaan agar memuaskan pelanggan dari segi pelayanan yang diberikan, fasilitas yang tersedia, pelayanan yang diberikan para karyawannya.

            Proses Inovasi

                 Proses inovasi merupakan kegiatan yang berkaitan dengan pengindentifikasian keinginan dan kebutuhan pelanggan serta merumuskan cara untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan tersebut. Perlu mengetahui keinginan para pelanggannya adalah dengan selalu mengembangkan produk atau jasa yang diberikan perusahaan sesuai dengan kebutuhan pelanggan atau dengan spesifikasi yang diperlukan pelanggan, sehinnga kepuasan pelanggan tercapai.

Proses Operasi                           

kegiatan perusahan yang berhubungan dengan pelayanan kepada pelanggannya dan penyampaian kepada para pelanggannya. Sebagai perusahaan jasa percetakan ada satu hal yang menjadi tolok ukur, yaitu kualitas percetakan. Kualitas jasa yang dihasilkan oleh PT. Moyo Segoro Agung, masuk dalam kategori yang baik. Hal ini terlihat dari kuesioner kepuasaan pelanggan yang menunjukkan bahwa pelanggan puas dengan atribut produk atau jasa yang diberikan oleh perusahaan, citra dan reputasi perusahaan sebagai perusahaan jasa yang sangat memperhatikan kualitas produk jasanya, perusahaan yang berpengalaman dalam memenuhi kebutuhan konsumen dan perusahaan yang menawarkan harga yang bersaing bagi pelangganya baik dengan para pelanggannya.Pelaksanaan dari proses operasinya didukung oleh tenaga–tenaga ahli dibidang percetakan dan desain graphics. Tenaga-tenaga ahli tersebut memiliki cukup pengalaman dibidang percetakan, agar hasilnya dapat memuaskan pelanggannya.

            Dan pelaksanaan yang bersifat percetakan undangan pernikahan, PT. Moyo segoro Agung mempunyai kerjasama dengan Event Organizer dengan pihak-pihak hotel dan bridal yang menyediakan jasa wedding, Agar memudahkan para pelangganya untuk mendapatkan jasa paket wedding, disamping jasa percetakan yang disediakan oleh PT.Moyo Segoro agung..

  1. Pelayanan Purna Jual

            Proses ini merupakan jasa pelayanan pada pelanggan setelah penjualan jasa tersebut dilakukan. Dalam hal ini PT. Moyo Segoro Agung berusaha untuk memberikan pelayanan purna jual yang memuaskan dan menyenangkan para pelanggannya. Pelayanan purna jual ini antara lain dengan cara meningkatkan kualitas jasa atau pelayanannya.

  1. c.       Perspektif Pembelajaran Dan Pertumbuhan

Pengukuran yang dilakukan adalah sebagai berikut:

1)      Sumber Daya Manusia

            Dalam rangka meningkatkan kemampuan karyawannya, PT. Moyo Segoro Agung memberikan pendidikan dan pelatihan-pelatihan kepada karyawannya.

2)      Motivasi

3)      .

BAB IV

Masalah yang dihadapi dan cara pemecahannya

        Dilihat dari hasil penelitian, untuk perspektif keuangan sebaiknya perusahaan menambahkan tahap siklus bisnis sebagai tolok ukur kinerja keuangan, karena siklus bisnis perusahaan dapat mengukur kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba dari aktiva yang dipergunakan. Secara garis besar pelanggan sudah merasa cukup puas dengan pelayanan-pelayanan yang diberikan perusahan, tetapi masih ada sedikit pelanggan yang merasa kurang puas sebaiknya perusahaan memperhatikannya juga.

Dalam proses bisnis internal perusahaan sudah berjalan dengan baik, yaitu dilihat dari proses inovasi dan operasi yang dilakukan oleh perusahaan.untuk perspektif pembelajaran dan pertumbuhan dilihat dari hasilnya dapat disimpulkan bahwa karyawan merasa puas terhadap hasil yang mereka peroleh dari perusahaan. Namun, sebaiknya perusahaan memperhatikan lagi kesejahteraan karyawannya karena jika karyawan diberikan kesejahteraan yang layak, maka pasti mereka akan memberikan kualitas yang baik terhadap perusahaan.

            Hasil dari penelitian memperlihatkan bahwa Balanced Scorecard tidak hanya mengukur kinerja perusahaan dengan melihat satu aspek saja yaitu keuangan, tetapi mengukur kinerja perusahaan dari segala aspek yaitu mulai dari keuangan, pelanggan, proses bisnis internal dan pembelajaran dan pertumbuhan.Perusahaan tidak hanya mengukur kinerja untuk jangka pendeknya saja tetapi juga mengukur jangka panjangnya.

            Balanced Scorecard yang telah tersusun secara utuh tersebut dapat menunjukkan hubungan sebab akibat dari visi, misi, dan strategi PT. Moyo Segoro Agung serta berbagai sasaran strategis dan tolak ukur dalam setiap perspektif. Ini  sangat berguna bagi organisasi untuk menjadi suatu organisasi yang fokus pada strategi, dan sebagai suatu alat untuk memkomunikasikan strategi kepada seluh karyawan dengan bentuk ukuran aktivitas operasional.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

PENUTUP

A.        Kesimpulan

            Setelah pembahasan dan penganalisaan secara menyeluruh, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

  1. Penilaian kinerja atas PT. Moyo Segoro Agung masih menggunakan sistem tradisional, yakni hanya menitik beratkan pada aspek keuangan. Pengukuran kinerja perusahaan dengan menggunakan aspek keuangan semata dipandang kurang mencukupi. Aspek non keuangan dipandang perlu didalam penilaian kinerja. Penilaian kinerja tradisional dengan menggunakan aspek keuangan mencakup aspek Likuiditas, Solvabilitas, Profitabilitas, dan Aktifitas. Pada PT. Moyo Segoro Agung baru dilakukan penilaian kinerja dengan menggunakan aspek keuangan, yang tentunya hal ini belum mencerminkan penilaian kinerja yang dipandang mencukupi.
  2.  Pengukuran kinerja dengan menggunkan Balanced Scorecard yang meliputi empat perspektif yaitu Perspektif keuangan, Perspektif pelanggan, Perspektif proses bisnis internal, dan Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan dianggap lebih dari penilaian kinerja secara tradisional, namun penilaian kinerja ini belum dipakai perusahaan.
  3. Pengukuran kinerja dengan sistem tradisional menunujukkan kinerja perusahaan sebagai   berikut:

a)      Likuiditas perusahan untuk tahun 2006 dan 2007 mengalami penurunan dilihat dari current ratio sebesar 4.55% dan quick ratio sebesar 7.97%.

b)      Solvabilitas perusahaan untuk tahun 2006 dan 2007 mengalami penurunan dilihat dari debt to equity sebesar 24.23% dan debt to total asset sebesar 2.35%.

c)      Profitabilitas perusahaan untuk tahun 2006 dan 2007 mengalami kenaikan dilihat dari Return on Investment (ROI) sebesar 3.03%.

d)      Aktifitas perusahaan untuk tahun 2006 dan 2007 mengalami penurunan dilihat dari perputaran aktiva tetap sebesar 25.45%.

Yang pada intinya kinerja perusahaan masih belum menunjukkan kinerja yang sehat.

  1. Dengan menggunakan Balanced Scorecard maka kinerja perusahan dapat dilihat sebagai betikut:

a)      Perspektif Keuangan

Pada perspektif keuangan, perusahaan menggunakan analisa rasio keuangan yang digunakan perusahaan sebagai salah satu tolok ukur kinerjanya. Disini juga akan ditambahkan satu tolok ukur untuk melengkapi pengukuran kinerja perusahan yaitu perusahaan berada pada tahap sustain (bertahan).

b)      Perspektif Pelanggan

Pada umumnya pelanggan sudah merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan perusahaan, tetapi masih ada sedikit pelanggan yang kurang puas terhadap pelayanan transaksi dan prosedur  tidak berbelit-belit dan hal ini yang harus diperhatikan oleh perusahaan.

c)      Perspektif Proses bisnis dan internal

Di dalam proses bisnis dan internal terlihat bahwa kinerja PT. Moyo Segoro Agung umumnya perusahaan telah memuaskan para pelanggannya,tetapi ada sedikit pelanggan yang merasa kurang puas terhadap citra perusahaan yang menawarkan harga yang kompetitif.

d)      Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan

Pada umumnya karyawan sudah merasa puas terhadap apa yang mereka dapatkan diperusahaan.tetapi masih ada sedikit karyawan yang merasa kurang puas terhadap gaji dan tunjangan yang diberikan perusahaan serta kesempatan untuk memperoleh promosi jabatan diperusahaan.

B.        Saran

  1. 1.      Pengukuran kinerja perusahaan yang diterapkan oleh PT. Moyo Segoro Agung hanya berdasarkan aspek keungan dianggap belum memadai, namun. Dengan penerapan Balanced Scorecard yang menggunakan aspek keuangan dan non keuangan dapat menjadi pilihan yang bijaksana untuk pengukuran kinerja perusahaan selanjutnya.
  2. 2.      PT. Moyo Segoro Agung hendaknya menerapkan balanced scorecard sebagai sistem pengukuran kinerja perusahaan. Dimana dalam penerapan balanced scorecard ini perusahaan memerlukan adanya dukungan dan partisispasi dari pihak manajemen dan seluruh karyawan perusahaan untuk dapat menentukan berjalan atau tidaknya program yang berkaitan dengan penerapan balanced scorecard.
  3. 3.      Dalam sistem tradisional PT. Moyo Segoro Agung, diharapkan meningkatkan laba bersih, jumlah aktiva yang digunakan dan jumlah pendapatan jasa yang nantinya akan berpengaruh pada peningkatan Return on Investment (ROI), untuk dapat memperbaiki Return on Investmen (ROI) yang perlu dilakukan perusahaan adalah meningkatkan penjualan, menekan biaya, dan mengurangi investasi / aktiva yang digunakan.
  4. 4.      Dalam menerapkan balanced scorecard hendaknya perusahaan dilihat dari 4 perspektif yaitu:
    1. Dalam perspektif keuangan, perusahaan hendaknya mengkoordinasi lagi kinerja keuangannya agar lebih maksimal sehinnga dapat mencapai tahap yang lebih baik lagi yaitu tahap harvest (menuai).
    2. Dalam perspektif pelanggan PT. Moyo Segoro Agung harus dapat mempertahankan, mengembangkan sasaran-sasaran perusahaan yang meliputi pengembangan jasa dan produk perusahaan yang kompetitif, hubungan baik dengan pelanggan serta selalu memberikan citra dan reputasi yang baik kepada pelangga, sehingga kebutuhan pelanggan dapat terpenuhi dengan baik.
    3. Dalam perspektif bisnis internal sebaiknya perusahaan meningkatkan kinerja pada perspektif ini dengan cara lebih meningkatkan lagi pengendalian intern perusahaan. Dengan adanya peningkatan intern yang yang baik yaitu efesiensi dan efektivitas, peraturan yang ditaati dan resiko manajemen agar dapat menciptakan good corporate governance.
    4. Dalam perspektif pembelajaran dan pertumbuhan, perusahaan harus mengembangkan kemampuan dan keahlian para karyawannya, melalui pelatihan, penilaian kinerja karyawan yang objektif, dari memberikan kesempatan bagi karyawan untuk ikut aktif dalam organisasi dengan penggembangan karir para karyawannya. Dari segi informasi yang terkomputerisasi, sehingga penyampaian pesan atau informasi terbaru dapat lebih cepat diterima oleh perusahaan.

Saluang

Dalam Film Kasih Tak Sampai

Saluang adalah alat musik tradisional khas minangkabau, Sumatra Barat. Yang mana alat musik tiup ini terbuat dari bambu tipis atau talang. para pemain saluang ini dapat memainkan saluang dengan meniup dan menarik napas bersamaan, sehingga peniup saluang dapat memainkan alat musik itu dari awal dari akhir lagu tanpa putus. Saluang merupakan alat musik tiup yang berfungsi mengiringi dendang tradisional minangkabau dalam tradisi  Saluang Dendang. Kegembiaran, Kesedihan dan kerinduan hati masyarakat dapat di ungkapkan melalui pantun  Alat tiup Saluang ada yang dilaras sesuai tuntutan komposisi musik kreasi baru dan kreasi popular.

Analisis saya tentang Alat musik “ Saluang” dalam film Kasih tak sampai :

v     Manusia dan Keindahan

Saluang dapat disalurkan melalui pantun Saluang dendang yang menggambarkan kegembiraan,kesedihan dan kerinduan sehingga menimbulkan suara-suara yang enak di dengar. Dan Saluang dapat menyenangkan hati seseorang Keindahan suara Saluang yang membuat orang-orang banyak mengagumi keindahan alunan suara Saluang, dan teknik pernapasan bermain Saluang yang dimainkan secara khas.

v     Manusia dan Cinta Kasih

Di film ini menggambarkan Sepasang dua sejoli yang saling mencintai  yang biasanya maksud ini menggambarkan suasana hati sang pemain Saluang itu sendiri, seperti sedang jatuh cinta, rindu pada sang kekasih, ataupun sedang sedih.

v     Manusia dan Harapan

Dalam film ini dengan meniup saluang Sang pemain Saluang  berharap bisa bertemu dengan sang pujaan hati, dan bisa memberitahu isi hatinya .Dan dengan meniup musik Saluang orang dapat menjadi lebih semangat lagi dan tidak putus asa untuk meraih cita-cita

v     Manusia dan kegelisahan

Alunan music yang ditiup dapat menghilangkan kegelisahan seorang pemuda yang mencintai seorang gadis yang dipisahkan oleh pihak ketiga dengan alasan seorang pemuda tersebut kerjanya sebagai pendendang saluang.

Pengantar bisnis

SEGMENTASI, MENETAPKAN TARGET,

DAN MENETAPKAN POSISI DI PASAR GUNA MENDAPATKAN KEUNGGULAN BERSAING.

Segmentasi Pasar

Membagi sebuah pasar ke dalam kelompok-kelompok pembeli yang khas berdasarkan kebutuhan, karakteristik atau perilaku yang mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran yang terpisah.

Penetapan Target Pasar.

Proses mengevaluasi daya tarik tiap-tiap segmen dan memilih satu atau lebih segmen yang akan dimasuki.

Penempatan posisi

Mengatur produk supaya dapat menempati posisi pada benak konsumen yang jelas, khas, dan diinginkan secara relatif terhadap produk pesaing.

6. Menyusun bauran pemasaran tiap-tiap   segmen.

5. Menyusun penempatan segmen-segmen yang ditargetkan.

Penempatan Posisi di Pasar

4.   Memilih segmen sasaran

3. Mengevaluasi daya tarik masing-masing Segmen.

Penetapan Target Pasar

2.   Menyusun Profil-profil segmen

1.  Mengenali basis yang digunakan  untuk mensegmentasi pasar.

Segmwntasi Pasar

Gambar 4.1. Langkah-langkah dalam segmentasi, penetapan target dan penempatan posisi.

SEGMENTASI PASAR

Tingkatan Segmentasi Pasar

Pemasaran Massal ( Tanpa Segmentasi ) Pemasaran Segmen Pemasaran Relung Pemasaran Mikro ( Segmen Penuh )

Pemasaran Massal, yaitu memproduksi secara massal mendistribusikan secara massal, dan mempromosikan secara massal produk yang hampir sama dengan cara yang hampir sama kepada semua konsumen.

Pemasaran Segmen, Memisahkan segmen-segmen yang membentuk suatu pasar dan mengadaptasi tawarannya supaya sesuai dengan kebutuhan satu atau lebih segmen tersebut.

Pemasaran Relung, Memfokuskan diri pada subsegmen atau relung pasar yang memiliki sejumlah cirri bawaan yang khas yang mungkin mencari kombinasi sejumlah manfaat yang khusus.

Pemasaran Mikro, Praktek perancangan produk dan program pemasaran supaya sesuai benar dengan selera individu dan lokasi yang spesifik yang meliputi pemasaran lokal dan pemasaran individual.

-         Pemasaran Lokal, Perancangan merk dan promosi supaya sesuai benar dengan kebutuhan dan keinginan kelompok-kelompok pelanggan local — kota, pemukiman, bahkan took yang spesifik.

-         Pemasaran Individual, Perancangan produk dan program pemasaran supaya sesuai benar dengan kebutuhan dan preferrensi pelanggan secara individual. Juga dinamakan pemasaran satu per satu ( one to one marketing ), pemasaran yang disesuaikan dengan ( customized marketing )kebutuhan dan pemasaran pasar yang terdiri dari satu orang  ( market of one marketing ).

Mensegmentasi Pasar Konsumen

-         Segmentasi Geografis, membagi pasar menjadi unit-unit geografis yang berbeda-beda seperti negara, wilayah negara bagian, kabupaten, kota atau pemukiman.

-         Segmentasi Demografis, Upaya membagi pasar menjadi sejumlah kelompok berdasarkan variable-variabel seperti usia, gender, ukuran keluarga, siklus hidup keluarga, pendapatan, pekerjaann, pendidikan, agama, ras dan kebangsaan.

-         Segmentasi Psikografis, Upaya membagi pembeli menjadi kelompok-kelompok yang berbeda berdasarkan kelas social, gaya hidup atau karakteristik kepribadian.

-         Segmentasi Perilaku, Upaya membagi suatu pasar kesejumlah kelompok berdasarkan pengetahuan, sikap, pengunaan atau tanggapan konsumen terhadap suatu produk.

Persyaratan supaya Segmentasi Efektif.

-         Terukur

-         Dapat dijangkau

-         Substansial

-         Dapat dibedakan

-         Dapat dilakukan tindakan tertentu.

PENETAPAN TARGET PASAR ( PASAR SASARAN )

Pasar Sasaran

Sepwerangkat pembeli yang memiliki kebutuhan dan karakteristik yang sama, yang diputuskan untuk dilayani oleh perusahaan.

1. Mengevaluasi Segmen Pasar

-         Ukuran dan pertumbuhan segmen.

-         Daya tarik structural segmen.

-         Tujuan dan sumber daya perusahaan..

2. Memilih Segmen Pasar.

-         Pemasaran tanpa diferensiasi ( Pemasaran massal ).

Strategi peliputan pasar dimana perusahaan mungkin memutuskan untuk mengabaikan perbedaan-perbedaan yang ada pada tiap-tiap segmen pasar, dan masuk ke pasar secara keseluruhan dengan satu tawaran.

-         Pemasaran yang terdiferensiasi.

Strategi peliputan pasar dimana sebuah perusahaan memutuskan untuk menetapkan beberapa segmen pasar atau relung pasar dan mendesain tawaran yang terpisah bagi masing-masing segmen.

-         Pemasaran terkonsentrasi.

Strategi peliputan pasar dimana sebuah perusahaan memilih untuk meraih pangsa pasar yang besar pada satu atau beberapa subpasar.

3. Memilih strategi Peliput Pasar.

-         Sumber daya yang dimiliki perusahaan.

-         Tahapan produk dalam daur hidup.

-         Homogenitas Pasar.

-         Strategi pemasaran yang dilakukan pesaing.

PENEMPATAN ( POSISIONING ) GUNA MENDAPATKAN

KEUNGGULAN BERSAING.

Posisi Produk

Merupakan cara produk didefinisikan oleh konsumen berdasarkan beberapa atribut penting  ( tempat yang diduduki produk dalam benak konsumen dibandingkan hubungan dengan produk-produk pesaing.

Keunggulan Bersaing

Keunggulan terhadap pesaing yang diperoleh karena menawarkan kepada konsumen nilai yang lebih besar, baik melalui harga yang lebih murah atau dengan memberikan sejumlah manfaat yang lebih banyak yang dapat dijadikan alasan untuk menetapkan harga yang lebih tinggi.

Memilih Strategi Penempatan Produk ( Posisioning )

-         Mengidentifikasikan keunggulan bersaing yang mungkin.

-         Memilih Keunggulan pasaing yang tepat.

-         Mengkomunikasikan dan menyampaikan Posisi yang telah dipilih.

Penari Gandrum

Film ini menceritakan kehidupan salah satu tokoh penari gandrum  yang sangat memprihatinkan. Ia adalah seorang anak angkat dari penari gandrum yang sangat terkenal.Ia bernama Mesti,Mesti 5 Juli 1954 kamis wage.ketika ia masi kecil ia sering sakit sakitan. Kemudian ibunya bermunajad kalau sampai mesti sembuh ia akan mengganti nama anaknya dan akan membuat anaknya menjadi penari gandrum yang sangat hebat.

Mesti pun sembuh dan ibunya segera mengganti namanya menjadi Gandrum Temu Mudaiyah,sejak itu temu mulai diajarkan menari oleh ibunya. Temu tumbuh persis yang diharapkan ibunya.Ia menjadi terkenal dan dari hasil menari temu dapat membeli sawah dan sapi.temu menikah tetapi akhirnya bercerai karna kesibukanya menari dan sering kali suaminya didapati berselingkuh. Ia pun akhirnya pergi dari rumah dan kembali menjadi penari gandrum karena memang panggilan jiwanya untuk tetap menari

Temu sering sekali menikah tapi ia belum dikaruniai anak. Walaupun nantinya ia punya anak harapanya adalah anaknya tidaklah menjadi penari Gandrum seperti dirinya ,yang selalu dicemooh oleh orang orang karna pekerjaanya sebagai penari.Ia sadar akan dirinya yang selalu kesepian tanpa kehadiran anak ,Temu pun ingin mengakat anak dan dan menyekolahkan setinggi-tingginya.

Dulunya penyanyi gandrum ditarikan oleh laki-laki dengan pakaian wanita menurut soemitro Hadi yaitu pengamat Tari Gandrum ada 3 tahapan Gandrum

-          Tahao jejer atau menyanyikan sendiri,kodononton

-          Bandrung Banyuwangi mempunyai ciri khas seperti tata gerak ,vokal dsb.

-          Tahap Pacu Gandrung ,sering muncul adegan diluar rumah

Ada 3 jalur gandrum :

-          Jalur Tradisional

-          Jalur akademis

-          Jalur tahap sublang suku yang penuh dengan peringatan penonton penuh dengan pantun

Dari film tersebut dapat disimpulkan bahwa dari cerita tersebut tanggungjawab pada dirinya sendiri ialah menjaga kehormatanya sebagai wanita dan penari gandrum itu sendiri karna penari gandrum sangat dipandang rendah oleh masyarakat.Temu rela  menari Gandrum dan hingga mengorbankan kehidupan rumah tangganya sendiri.Dalam lingkungannya ia harus menjaga kerukunan dan kenyamanan yang terjadi pada saat ia menari.

Dalam kehidupan keluarganya hasil dari penghasilan menari untuk dipergunakan membiayai kehidupan sehari-harinya bahkan temu bisa membeli sebuah sawah dan sapi.

Pengabdiannya Bangsa dan negaranya Ia ingin kesenian Gandrum diminati oleh semua masyarakat.

Sebagai mestinya kesenian itu harus dijaga dan dilestarikan bersama oleh kita,jangan sampai direbut oleh bangsa lain.

ANAK HILANG

KARYA: SLAMET RAHARJA DJAROT

PRODUKSI: TVRI bekerjasama dengan JOHN HOPKINS UNIVERSITY OF USA

Pada usianya 15 tahun baco merantau dan mulai bekerja. Baco bekerja sebagai kuli dan Sumini penjual makanan mereka bertemu di tempat kerja setiap saat dan timbullah benih-benih cinta diantara mereka.Sumini sangat bahagia dilamar Baco akan tetapi Sumini ragu menerima Baco karna suku Bugis terkenal tidak baik,kini ia berubah fikiran dan menerima Baco yang ia rasa kepribadiannya berbeda,Baco baik dan sabar serta kesederhanaan Baco telah membuat sumini jatuh cinta. Baco menikah dengan Sumini pada umur 45 tahun,sedangkan Sumini 35 tahun.Dengan rasa cinta  mereka dikaruniai  tiga anak satu laki – laki dan dua perempuan.Hidup mereka sangat sederhana tetepi penuh dengan cinta.Mereka tinggal ditemani seorang nenek yang penyayang.

Film ini menggambarkan bagaimana keluarga kecil dan sederhana ini  dapat hidup bersama sama menjalankan masa-masa sulit dalam kehidupan mereka dengan kesabaran dan ketegaran. Mereka tinggal disebuah rumah apung ,tetapi bangunan itu sebenarya tidak layak untuk disebut RUMAH.Rumah mereka berada dimuara laut sehingga menjadi tempat berkumpulnya sampah,kotoran,limbah dan lain sebagainya.Gambaran keadaan lingkungan  yang sangat buruk dan keadaan air bersih yang kurang memadai, bangunan rumah yang sangat memprihatinkan dan sering sekali jembatan sekitar rumahnya roboh.Lingkungan mereka direncanakan akan digusur,walaupun sampai saat ini ia belum ingin mengambil hak konpensasinya.keadaan ini seharusnya menjadi cerminan kita untuk hidup penuh dengan rasa bersyukur.

Basri palingrungi anak laki-lakinya dengan lugunya ia barcita-cita sebagai pesulap.Dengan keinginanya ini ia sangat ingin merubah kehidupannya yang kumuh,tidak ada uang,tidak ada air bersih,sampah dan lain sebagainya.Kini Basri pergi meninggalkan rumah dan berhenti sekolah.

Awan mendung menyeliputi hari itu Sumini istri yang paling ia kasihi kembali kesisi allah SWT ia meninggal dengan sangat menyedihkan sebuah mobil menabrak nya dan tanpa belas kasihan dan rasa tanggung jawab mobil itu justru meninggalkan sumini yang tergeletak dilantai.Kejadian itu membuat Baco kehilangan belahan jiwanya,dan rasa sakitnya hati Baco melihat perlakuan yang harus diterima istrinya pada saat itu.

Penderitaan Baco tidak henti, Baco juga harus menghadapi tanggung jawab yang lebih berat ketika anak bungsunya yang perempuan, Ijah,  jatuh sakit. Ditambah lagi Basri, kabur dari rumah dan tidak pulang-pulang.Baco telah melaporkannya ke kantor polisi dan memasang iklan di koran.

Dan musibah pun datang lagi ketika Baco dipukuli oleh teman-temanya yang dibayar.Namun, musibah itu dapat segera berakhir ,Basri diantar pulang dengan seseorang dari tempatnya belajar menjadi pesulap, dan menemukan ayahnya dalam keadaan tergeletak tidak berdaya dirumah, dan orang itulah yang membantu mengobati ayahnya Basri hingga membaik. Basri pun meminta maaf kepada Ayahnya.

Karna Basri telah kembali,tak lama kemudian Baco berniat ingin mengambil uang konpensasinya yang telah lama seharusnya ia terimakarena tidak ada pilihan lain,

“Basri adalah anak hilang yang sempat pulang. Tapi hingga kini banyak anak hilang yang ingin pulang, tapi rumahnya dimangsa orang. Sulit dibayangkan, orang ingin pulang, tapi tidak punya tempat untuk pulang”

Dari film diatas dapat kita simpulkan , seberapa besarpun penderitaan yang dihadapi oleh Baco, Ia tetap bertanggung jawab dan mencintai keluarganya, belahan jiwanya yang lain yaitu anak-anaknya. Meskipun dia ditinggalkan oleh orang yang sangat dicintainya Sumini, ia tetap tidak melepas tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga yang ia sayangi. Dan keadaan pun berangsur-angsur membaik, kini masa depan keluarganya yang terpenting, Ia dengan berat hati menerima uang kompensasi, untuk membuat kehidupan yang lebih baik dan lebih tenang.

Budaya Batik Dalam Masyarakat

Batik kini menjadi trend,dan dapat digunakan oleh semua kalangan wanita,pria bahkan anak anak .batik adalah warisan budaya tradisional yang kaya akan nilai budaya kerajinan tradisional yang diwarisi secara turun menurun.

Sejarah perbatikan indonesia berkaitan erat dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan penyebarannya ajaran islam ditanah Jawa,Perkembangan batik dilakukan pada masa Mataram,solo,dan Yogyakarta.Adapun kaitannya dengan negara negara islam banyak daerah-daerah pusat perbatikan di daerah Jawa adalah daerah-daerah santri dan kemudian batik menjadi alat perjuangan ekonomi oleh tokoh – tokoh pedagang muslim.

Batik berhubungan erat dengan status sosial dan lambang budaya dengan batik menjadi kerajinan yang bernilai tinggi sehingga menjadi sumber penghasilan.

Yogyakarta adalah salah satu dari batik Indonesia yang terbuat terbatas hanya untuk kalangan keluarga keratin saja,dan lama-lama kesenian batik ini ditiru oleh masyarakat sekitar terdekat dan selanjutnya meluas menjadi pekerjaan umum kaum wanita dalam rumah tangganya untuk mengisi waktu senggang.

Dan biasannya setiap garis motif sarat akan makna dan cerita karna menggunakan kain yang berkualitas maka perkembangan batik Jawa semakin pesat dan terkenal .Canting adalah alat penulisan batik yang ditemukan oleh orang jawa yang menunjukan kepandaian yang tinggi dari nenek moyang kita

Kini batik menjadi insipirasi disainer-disainer dalam mengembangkan trend fasion Indonesia.Peminat batikpun bartambah banyak seiring perkembangannya. Sedangkan bagi mereka  yang lebih suka memakai produk asing yang dapat membuat mereka tampak lebih cantik dipandang namun tidak sesuai dengan budaya kita sebagai masyarakat Timur karena berbenturan dengan norma-norma ketimuran yang cenderung religius,sopan,serta tidak mengumbar aurat dan dapat dikatakan itu bukanlah pakaian yang baik karna yang pakaian yang baik itu adalah pakaian yang dapat menjaga si pemakai dan menjadi tuntunan dan tatanan bagi si pemakai tersebut. Marilah cintai batik kita dan lindungilah produk Indonesia sebelum direbut oleh orang asing.

Sisingaan

Keterampilan memainkan tandu berisi boneka singa yang berasal dari sunda singaan atau  singa tiruan berpenunggang. Ada  beberapa keterangan tentang asal usul Sisingaan ini, di antaranya bahwa Sisingaan memiliki hubungan dengan bentuk perlawanan rakyat terhadap penjajah lewat binatang Singa kembar menurut mereka Singa kembar lambang penjajah Belanda.

Biasanya Sisingaan terdapat pada acara khitanan masyarakat sunda  Gotong Singa atau Sisingaan yang dalam bentuknya masih sederhana, termasuk musik pengiringnya dan kostum penari pengusung Sisingaan.Ternyata sambutannya sangat luar biasa, sejak itu Sisingaan menjadi dikenal masyarakat.

Pertunjukan Sisingaan pada dasarnya dimulai dengan tetabuhan musik yang dinamis. Lalu diikuti oleh permainan Sisingaan oleh penari pengusung sisingaan, lewat gerak antara lain: Pasang/Kuda-kuda, Bangkaret, Masang/Ancang-ancang, Gugulingan, Sepakan dua, dsb.Sebagai seni Helaran, Sisingaan bergerak terus mengelilingi kampung, desa, atau jalanan kota. Sampai akhirnya kembali ke tempat semula. Di dalam perkembangannya, musik pengiring lebih dinamis, dan melahirkan musik Genjring Bonyok dan juga Tardug.

Dalam perkembangan bentuknya Sisingaan, dari bentuk Singa Kembar yang sederhana, semakin lama disempurnakan, baik bahan maupun rupanya, semakin gagah dan menarik. Demikian juga para pengusung Sisingaan, kostumnya semakin dibuat glamour dengan warna-warna kontras dan menyolok.. Demikian pula dengan penataan gerak tarinya dari hari ke hari semakin ditata dan disempurnakan. Juga musik pengiringnya, sudah ditambahkan dengan berbagai perkusi lain, seperti bedug, genjring dll. Begitu juga dengan lagu-lagunya, lagu-lagu dangdut popular sekarang menjadi dominan. Dalam beberapa festival Helaran Sisingaan selalu menjadi unggulan, masyarakat semakin menyukainya, karena itu perkembangannya sangat pesat.

Beberapa tahapan sisingan :

  1. tetalu (tetabuhan/orang oarang berbubuka atau keringan
  2. Kidung atau kembang gadung
  3. Sajian Ibingan di antaranya solor, gondang, ewang kangsreng, catrik, kosong-kosong dan lain-lain
  4. Atraksi atau demo, biasanya disebut atraksi kamonesan dalam pertunjukan Sisingaan yang awalnya terinspirasi oleh atraksi Adem Ayem dan Liong barongsai
  5. Penutup dengan musik keringan.

Makna yang dapat disimpulkan :

  • Makna sosial, masyarakat Subang percaya bahwa jiwa kesenian rakyat sangat berperan dalam diri mereka, dengan munculnya  rasa memiliki dari setiap jenis seni rakyat yang muncul.
  • Makna komersial, karena Sisingaan mampu meningkatkan kesejahteraan mereka, maka antusiasme munculnya sejumlah puluhan bahkan ratusan kelompok Sisingaan berbagai desa untuk ikut festival, menunjukan peluang ini, karena si pemenang akan mendapatkan peluang bisnis yang menggiurkan, sama halnya seperti seni bajidoran.
  • Makna universal, dalam setiap etnik dan bangsa seringkali dipunyai pemujaan terhadap binatang Singa (terutama Eropa dan Afrika), meskipun di Jawa Barat tidak terdapat habitat binatang Singa, namun dengan konsep kerkayatan, dapat saja Singa muncul bukan dihabitatnya, dan diterima sebagai miliknya, terbukti pada Sisingaan.

Makna Spiritual, dipercaya oleh masyarakat lingkungannya untuk keselamatan/ (salametan) atau syukuran

Hello world!

Welcome to Ngeblogs.com ! ngeblog? ya disini tempatnya!. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!